Breaking News
Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hasto dan PDIP Dituding Pelindung Koruptor, Presiden PKS Sohibul Iman: Keterlaluan

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut disampaikan oleh Sohibul Iman melalui akun Twitter @msi_sohibuliman yang diunggah pada Selasa (12/6/2018)

Editor:
Hasto dan Sohibul Iman 

TRIBUNMANADO.CO.ID-Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman turut menanggapi pernyataan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Tulungagung dan Blitar.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut disampaikan oleh Sohibul Iman melalui akun Twitter @msi_sohibuliman yang diunggah pada Selasa (12/6/2018).

Terkait OTT yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi tersebut, muncul tudingan jika Hasto Kristiyanto dan PDIP dianggap sebagai pendukung dan pelindung koruptor.

Hal itu lantaran PDIP memberikan bantuan hukum kepada pejabat yang terkena OTT.

Menurut PDIP mereka menilai jika OTT ini bernuansa politis.

Menanggapi hal tersebut, Mohamad Sohibul Iman memberikan pembelaan.

Menurut Sohibul Iman, keterlaluan jika ada orang yang menganggap Hasto dan PDIP pelindung koruptor hanya karena menduga OTT KPK bernuansa politis.

Sohibul Iman bahkan menyatakan lebih keterlaluan lagi jika ada yang bernafsu ingin PDIP bubar karena hal itu.

@msi_sohibuliman: Keterlaluan jk ada org yg menganggap pak @hasto n @PDI_Perjuangan itu pendukung n pelindung pr koruptor hanya krn mensinyalir bhw OTT KPK
bermuatan politis.

Lbh keterlaluan lagi kalau gara2 itu lalu ada yg bernafsu ingin bubarkan PDIP. Gak ada, kan?

 

Postingan Sohibul Iman
Postingan Sohibul Iman (Capture/Twitter)

Diberitakan sebelumnya, KPK menjaring dua kader PDIP, yakni Bupati Tulungagung Syahr Mulyo dan Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi.

Hasto pun mengaku banyak yang bertanya mengenai OTT tersebut.

"Saat ini saya sedang berada di Kota Blitar dan Tulungagung. Banyak yang bertanya, apakah OTT ini murni upaya pemberantasan hukum, atau sebaliknya, ada kepentingan politik yang memengaruhinya?" kata Hasto melalui keterangan tertulis, Minggu (10/6/2018), dikutip Kompas.com.

Lebih lanjut, Hasto mengatakan apabila yang menjadi sasaran OTT adalah mereka yang memiliki elektabilitas tertinggi.

"Hal ini mengingat bahwa yang menjadi sasaran adalah mereka yang memiliki elektabilitas tertinggi dan merupakan pemimpin yang sangat mengakar," imbuhnya.

Baca: Data Polresta Manado Tahun Ini 21 Orang Meninggal Kecelakaan, Jalan Ini Paling Banyak Menelan Korban

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved