Breaking News
Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

KTT Singapura

Trump-Kim Naik Boeing ke Singapura: Rombongan Tempati Hotel Berbeda

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un akan membicarakan masa depan

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
AFP/SAUL LOEB
Presiden AS Donald Trump disambut Menlu Singapura Vivian Balakrishnan sesaat setelah turun dari pesawat Air Force One di Pangkalan AU Paya Lebar, Minggu (10/6/2018) malam. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SINGAPURA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un akan membicarakan masa depan perdamaian di Semenanjung Korea di Singapura, Selasa (12/6/2018).

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) kedua pemimpin negara paling kontroversi di dunia ini jadi perhatian media. Tak kurang dari 3.000 jurnalis asing akan meliput momen bersejarah untuk segera mengakhiri Perang Korea yang meletus 25 Juni 1950.

Menuju Singapura, kedua pemimpin ini menggunakan pesawat buatan Boeing. Bedanya Presiden Trump yang tiba di Negeri Jiran itu Minggu (10/6/2018) pukul 20.20 waktu setempat (Wita). Ia menumpangi pesawat Air Force One tiba di Pangkalan AU Singapura di Paya Lebar. Pesawat khusus Presiden AS ini dibuat pabrikan pesawat Boeing.

Trump pergi lebih cepat dari KTT G7 (tujuh negara maju) di Kanada untuk KTT Singapura. Selama perjalanan menuju Singapura, Trump membagikan harapannya lewat akun Twitter resminya.

"Ini akan menjadi hari yang menyenangkan dan saya tahu Kim Jong Un akan bekerja keras untuk melakukan sesuatu yang jarang dilakukan sebelumnya, menciptakan perdamaian dan kesejahteraan bagi negerinya," tulis Trump. "Saya sangat berharap bisa segera bertemu dia dan saya merasa kesempatan satu-satunya ini tak akan terbuang percuma," lanjut dia.

Sejauh ini tidak diketahui jumlah delegasi yang akan mendampingi Trump, meski Menlu Mike Pompeo dan penasihat keamanan nasional John Bolton kemungkinan besar ada di dalam rombongan. Sementara, ibu negara Melania Trump dipastikan tidak mendampingi suaminya selama di Singapura.

Meski hanya satu pesawat yang mendarat di Paya Lebar, tetapi konvoi Presiden Trump kemungkinan akan berjumlah cukup besar. Sebelum kedatangan Air Force One ini, sebuah pesawat angkut C-17 Globemaster III milik AU AS sudah terlihat di pangkalan AU Paya Lebar.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tiba di Bandara Changi, Singapura, Minggu (10/6/2018).
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tiba di Bandara Changi, Singapura, Minggu (10/6/2018). (Twitter/Vivian Balakrishnan)

Pesawat angkut berbadan besar itu biasanya membawa mobil limusin berjuluk "The Beast" yang biasa digunakan para Presiden AS. Selanjutnya, Presiden Trump meninggalkan Paya Lebar menuju ke Shangri-La.

Sebelumnya, pada sore hari tadi Kim Jong Un sudah tiba di Singapura. Menurut situs pelacakan penerbangan Flightradar 24, Kim menumpang pesawat Boeing 747 milik maskapai Air China. Air China dengan nomor penerbangan CA61 tersebut mendarat di Bandara Changi pada pukul 14.40 waktu setempat.

Kim kemudian menginap di hotel St Regis dan telah melakukan pertemuan dengan PM Singapura Lee Hsien Loong.

Senyum lebar dan jabat tangan yang hangat mengawali pertemuan antara PM Singapura Lee Hsien Loong dan pemimpin Kim. "Seluruh dunia terfokus pada pertemuan bersejarah Korea Utara dan AS, dan terima kasih atas upaya tulus Anda, sehingga kita bisa menyelesaikan persiapan pertemuan ini. Dan saya mengucapkan terima kasih kepada Anda," kata Kim kepada PM Lee.

Pada Senin hari ini, giliran Presiden Trump yang akan menggelar pertemuan dengan perdana menteri Singapura. Trump dan Kim dijadwalkan melakukan pertemuan di Hotel Capella di Pulau Sentosa pada Selasa besok.

Menariknya soal kemampuan Korea Utara dalam hal mengalihkan perhatian dan merahasiakan sesuatu terlihat jelas dalam perjalanan sang pemimpin Kim ke Singapura, Minggu kemarin. Tak kurang dari tiga pesawat terbang digunakan untuk penerbangan dari Pyongyang menuju Singapura. Salah satu pesawat yang digunakan adalah "barang antik" Ilyushin 62M, pesawat buatan Uni Soviet pada 1960-an.

Jet ini merupakan pesawat pribadi Kim yang dijuluki Chammae-1 sesuai nama burung nasional Korea Utara atau sering diplesetkan menjadi "Air Force Un".

Namun, meski jarang Pyongyang-Singapura masih berada di dalam jangkauan pesawat tua itu, banyak yang meragukan kemampuan pesawat antik tersebut. Dan, ternyata meski pesawat kepresidenan itu tiba di Singapura, Kim tidak berada di dalamnya.

Dia malah menggunakan Boeing 747 milik Air China yang menggunakan nomor penerbangan CA122, kode standar rute Air China dari Pyongyang ke Beijing. Setelah pesawat mengudara, nomor penerbangan kemudian diganti mejadi CA061 lalu mengarah ke selatan, ke Singapura.

Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved