Breaking News
Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ternyata Soekarno Pernah Korbankan Hal Berharga ini Demi Bela Palestina

Presiden pertama Indonesia, Soekarno bahkan cekak aos kepada Israel. Baginya tak ada kompromi selama Israel menjajah Palestina.

Editor:
Net
Presiden Soekarno 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Perjuangan Indonesia membela Palestina sudah dilakukan sejak republik ini berdiri.

Presiden pertama Indonesia, Soekarno bahkan cekak aos kepada Israel. Baginya tak ada kompromi selama Israel masih menjajah Palestina. 

Bahkan Bung Karno rela mengorbankan "tiket" timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 1958 demi Palestina.

Sebagai informasi, Indonesia berpeluang lolos ke putaran final Piala Dunia1958 di Swedia. 

Kemenangan atas Cina dalam partai perdana babak kualifikasi Asia pada 12 Mei 1957 membuka lebar peluang Indonesia lolos ke babak selanjutnya.

Indonesia tinggal memainkan pertandingan penentuan melawan Israel sebagai juara wilayah Asia Barat.

Masalah muncul karena Indonesia menolak mengakui kedaulatan negara Israel dan enggan bertanding di markas mereka.

"Itu sama saja mengakui Israel," ujar Maulwi Saelan, kiper Timnas Indonesia menirukan omongan Sukarno.

Indonesia menempuh langkah diplomatik dan mengirim surat permohonan kepada FIFA agar laga kontra Israel dilangsungkan di tempat netral. Namun FIFA menolak.

Demi membela Palestina, Indonesia memilih untuk mengundurkan diri dari turnamen.

Padahal, Indonesia punya potensi untuk lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya.

"Ya, kita nurut. Enggak jadi berangkat," ucap Saelan.

Berikut adalah aksi-aksi Soekarno dalam membela Palestina

1. Menolak ucapan selamat kemerdekaan dari Israel

Meski proklamasi terjadi pada 17 Agustus 1945, Indonesia baru mendapatkan kedaulatan penuh pada 1949.

Sejumlah negara memberikan pengakuan, salah satunya Israel.

Menteri Luar Negeri Israel saat itu, Moshe Sharett mengirimkan telegram yang berisi tentang pengakuan penuh Israel atas Indonesia.

Mohammad Hatta menanggapinya dengan ucapan terima kasih tanpa menawarkan hubungan diplomatik.

Sementara Soekarno sama sekali tidak mau menanggapi, bahkan melirik pun tidak.

2. Bersumpah akan terus memperjuangkan Palestina

Pada 1962, dalam sebuah pidato kenegaraan, Bung Karno terlihat berapi-api membela Palestina.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved