Potensi Zakat Sulut 65 Miliar
Dituntun seorang cucunya, Arifin (47), penderita tunanetra, mengambil sembako di Mesjid Ahmad Yani Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (2/6/2018) pagi.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Dituntun seorang cucunya, Arifin (47), penderita tunanetra, mengambil bungkusan sembako di Mesjid Ahmad Yani Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (2/6/2018) pagi.
Arifin nampak senang.
Bukan hanya karena dapat sembako.
Tapi dalam pembagian itu, dirinya merasakan cinta kasih antar sesama manusia.
"Seorang bapak mempersilakan saya lebih dahulu ambil sembako, padahal ia lebih dahulu, beberapa penerima lain bantu mengangkat sembako saya, bahkan ada yang menawarkan untuk mengantar saya ke rumah," kata dia.
Arifin adalah satu dari seribu kaum miskin beroleh bantuan Zakat dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sulawesi Utara, Sabtu pagi di Mesjid Ahmad Yani.
Bagi Zakat tersebut digelar dalam rangka memperingati Nuzulul Quran.
Sebelum pembagian Zakat diadakan tauziah serta salat Jumat.
Pembagian berlangsung tertib.
Panitia membentuk pos pembagian dengan sejumlah petugas yang memandu para penerima zakat.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang diwakili Kepala Inspektorat Praseno Hadi menyatakan, penting untuk memahami isi Alquran dengan benar.
"Selanjutnya bagaimana mengaplikasikan ajaran tersebut dalam kehidupan sehari - hari," kata dia.
Terkait pembagian Zakat, ia menyatakan, pihaknya sangat mendukung hal tersebut.
Ia berharap umat Islam di Manado dapat menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan Sulut Hebat.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sulawesi Utara, Abid Takalamingan mengatakan, seribu warga miskin berasal dari Manado dan pinggiran Minahasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sembako-di-mesjid-ahmad-yani-manado-sulawesi-utara-sabtu-262018-pagi_20180602_182518.jpg)