Krisis Politik Italia: Gerakan Populisme dan Ketakutan Uni Eropa
Italia diguncang krisis politik hebat. Negeri Gladiator itu tidak kunjung memiliki pemerintahan baru sejak pemilihan
TRIBUNMANADO.CO.ID, ROMA - Italia diguncang krisis politik hebat. Negeri Gladiator itu tidak kunjung memiliki pemerintahan baru sejak pemilihan umum (pemilu) yang digelar 4 Maret lalu.
Terakhir, pemerintahan koalisi populis antara Partai Liga dan Gerakan Lima Bintang yang tinggal dilantik akhirnya batal setelah Presiden Sergio Mattarella menolak sosok Menteri Keuangan yang diajukan.
Paolo Savona, ekonom senior berusia 81 tahun, ditolak dengan alasan sosoknya yang anti-mata uang Euro.
Dia dianggap berpotensi membahayakan stabilitas ekonomi Italia dan menghilangkan kepercayaan investor asing.
Savona membantah ada rencana untuk mengeluarkan Italia dari Zona Euro. Namun, sejumlah pernyataannya di masa lalu menunjukan dia telah berkali-kali menyerukan agar Italia meninggalkan mata uang bersama Eropa tersebut.
Veto yang jarang dipergunakan oleh Presiden Italia ini memicu kemarahan besar Pemimpin Partai Liga Matteo Salvini dan Pemimpin Gerakan Lima Bintang Luigi Di Maio.
Kedua sosok politisi populis ini menyerukan aksi protes besar-besaran 2 Juni mendatang. Mereka menilai Mattarella telah melampaui kekuasaan konstitusionalnya.
Bahkan, Di Maio menyerukan pemakzulan terhadap presiden berusia 76 tahun itu.
Pemerintahan Karteker
Mattarella tetap kukuh pada pendiriannya. Dia menunjuk ekonom senior Carlo Cottarelli untuk membentuk pemerintahan teknokratik yang netral.
Cottarelli, mantan pejabat di Badan Moneter Internasional (IMF), dinilai menjadi pilihan aman untuk menenangkan Uni Eropa yang dibuat histeris oleh kemungkinan berkuasanya koalisi populis di Italia.
Namun, Cottarelli diyakini hanya akan menjabat sementara. Dia memerlukan dukungan mayoritas di parlemen yang hampir dipastikan tidak akan diberikan oleh Liga dan Gerakan Lima Bintang.
Jika gagal mendapatkan mosi percaya, ekonom yang dijuluki “Tuan Penggunting” karena kebijakan pemotongan anggarannya ini akan memimpin Italia hingga pemilu dini Agustus atau September mendatang.
Ketakutan Uni Eropa
Uni Eropa secara implisit telah menyuarakan kecemasannya terhadap kemungkinan berkuasanya koalisi populis yang dinilai akan membahayakan kesehatan anggaran Italia dan masa depan Italia di Uni Eropa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/italia_20180531_011030.jpg)