Israel Lakukan Serangan Balasan di Gaza usai Dihantam Puluhan Roket Hamas
Militer Israel melakukan serangkaian serangan udara terhadap posisi Palestina di Gaza
TRIBUNMANADO.CO.ID, GAZA CITY - Militer Israel melakukan serangkaian serangan udara terhadap posisi Palestina di Gaza setelah rentetan tembakan roket yang terbesar dalam beberapa tahun.
Penembakan roket pada hari Selasa terjadi setelah Jihad Islam bersumpah untuk membalas dendam serangan mematikan terhadap anggotanya pekan lalu.
Di tengah ketegangan yang meningkat, pesawat tempur Israel menyerang lebih dari 35 sasaran milik Hamas dan Jihad Islam, menurut militer Israel.
Dikutip dari aljazeera.com, serangan itu terjadi setelah tentara Israel mengatakan para pejuang Palestina berada di belakang "rentetan proyektil" yang ditembakkan dari Gaza ke Israel selatan.
Dalam sebuah pernyataan, sayap bersenjata dari faksi Palestina mengatakan "tanggapan bersama mereka dengan puluhan roket di posisi militer pendudukan ... adalah pernyataan, bahwa kejahatan ini tidak dapat ditoleransi dengan cara apa pun".
Brigade Al-Qassam dan Brigade Al-Quds menyalahkan Israel atas "agresi Israel terhadap rakyat kami" yang digambarkan sebagai "upaya mengalihkan perhatian dari kejahatan yang dilakukan terhadap warga sipil kami yang damai".
Sejak 30 Maret, setidaknya 121 orang Palestina yang tidak bersenjata telah dibunuh oleh pasukan Israel dalam protes di dekat pagar dengan Israel, di mana mereka menuntut hak mereka untuk kembali ke rumah dan tanah keluarga mereka setelah diusir sejak pembentukan Israel.
'Beberapa serangan'
Para pejabat Israel mengatakan pada hari Selasa bahwa sistem pertahanan udara Iron Dome mencegat sebagian besar dari 28 roket dan mortir yang ditembakkan ke Israel.
Tidak ada laporan tentang kematian di kedua belah pihak. Militer Israel mengatakan tiga tentara mengalami luka ringan.
Hanya beberapa jam setelah serangan Israel di Gaza, sirene terdengar di Israel selatan, harian Haaretz Israel melaporkan. Pasukan Israel mengatakan di Twitter bahwa mereka telah mencegat "beberapa roket".
"Tidak ada negara di dunia yang akan atau harus menerima ancaman semacam itu terhadap penduduk sipilnya. Kami juga tidak," Emmanuel Nahshon, juru bicara kementerian luar negeri Israel, menulis di Twitter.
'Agresi Zionis'
Ketegangan terbaru datang sehari setelah pasukan Israel membunuh seorang Palestina yang diduga mendekati perbatasan Gaza dengan Israel. Dua hari setelah tembakan tank Israel menewaskan tiga orang dalam serangan terhadap sebuah pos pengamatan militer milik pejuang Jihad Islam.
Seorang pemimpin Jihad Islam di Gaza mengatakan pada hari Selasa bahwa "selama ada pendudukan, perlawanan adalah hak yang sah bagi rakyat Palestina".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/berjaga_20180530_022029.jpg)