Artis Cantik Ini Sembunyi-sembunyi Jadi Mualaf, Ternyata Beginilah Nasibnya Kini Usai Keluarga Tahu
Sangat sulit bagi mereka untuk menerima jika salah satu anggota keluarganya menjalani keyakinan lain.
Tak ingin kehilangan sandaran, ia mencari pegangan hidup sendiri.
Beruntung, ia bertemu sahabat yang benar.
Ia kerap mengikuti sahabatnya mengaji di Pesantren Daarut Tauhid yang diasuh KH Abdullah Gymnastiar.
Lama-lama, ia menemukan damai dalam Islam.
Islam yang dipejarinya, adalah Islam yang sejuk.
Islam yang mengajarkan bagaimana menata hati.
Hal itu bertolak belakang dengan pemahamannya sebelumnya tentang Islam.
”Karena selama ini saya mendengar bagaimana banyak ustadz ceramahnya hanya mendiskreditkan agama tertentu,” katanya mengakui.
Bahkan pada hari pertama mengaji, ia sudah menitikkan air mata.
”Ketika itu ada segmen kembali kepada diri kita sendiri atau merenung, saya menangis di situ. Waktu pengajiannya malam setelah salat Isya.”
Sarah pun ketagihan mengaji pada Aa Gym, walaupun saat itu ia belum menjadi muslimah.
Bahkan, saat temannya yang pertama kali mengajak mengaji mulai jarang datang, ia tetap bersemangat.
Ia sengaja mengikuti pengajian di malam hari.
”Takut teman-teman lain yang tahu saya non-Muslim teriak, Sarah, elu ngapain bukan Muslim ada di sini?” ujarnya.
Setelah sangat yakin dengan Islam, ia pun memutuskan masuk Islam. Ia mengucapkan dua kalimat syahadat di Bandung, Jawa Barat saat masih duduk di bangku kelas tiga SMK, beberapa saat menjelang kelulusan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ist_20180527_200222.jpg)