Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Terkait Viral Video Hina Presiden, Mardani Ali: Mungkin Ini Hate Speech Terparah yang Pernah Ada

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera turut berkomentar terkait video viral seorang remaja yang menghina dan mengancam Presiden Jokowi.

Editor: Aswin_Lumintang
TRIBUNNEWS
Mardani Ali Sera 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera turut berkomentar terkait video viral seorang remaja yang menghina dan mengancam Presiden Joko Widodo.

Hal ini diungkapkannya melalui akun Twitter @MardaniAliSera pada Jumat (25/5/2018).

Diketahui sebelumnya, viral video seorang remaja bertelanjang dada yang menghina dan mengancam membunuh Presiden Joko Widodo.

Dalam video tersebut seorang pria berkacamata mengeluarkan kata-kata kasar sambil membawa foto Jokowi.

Bahkan, pria tersebut menantang Jokowi untuk bisa menangkapnya.

Baca: Modal Airsoft Gun, Komplotan Perampok Gasak 14 Minimarket hingga Raup Rp 400 Juta, Begini Modusnya

Setelah videonya viral, pria yang berinisial RJ menghina Jokowi membuat permohonan maaf bersama sang ayah.

Video permintaan maaf tersebut memperlihatkan sang ayah mendampingi RJ untuk meminta maaf kepada Presiden dan seluruh masyarakat Indonesia.

"Saya RJ, saya minta maaf atas kenakalan saya yang saya anggap bercanda, saya benar-benar minta ampun kepada Bapak Presiden Jokowi dan seluruh masyarakat Indonesia atas kenakalan saya, terima kasih,"

Melnasir Tribunnews, pemuda yang mengancam Jokowi tak akan menjalani prosespidana dan perkara bisa diselesaikan di luar persidangan.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto mengatakan lantaran pelaku yang masih dibawah umur, maka dapat diselesaikan di luar persidangan.

"Penanganan terhadap anak itu bisa diversi (penyelesaian perkara di luar persidangan)," ujar Ari usai acara buka puasa bersama di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018).

Menanggapi hal tersebut Merdani Ali Sera memberikan beberapa komentar melihat kejadian tersebut.

Berikut komentar Mardani Ali terkait hal tersebut:

"Tentu rakyat Indonesia sangat tersinggung kepala negaranya disebut kacung dan sangat marah karena diancam2 bunuh. Mungkin ini hate speech terparah dari yg pernah ada. Kami menyaksikan tidak ada lucu2nya sama sekali video itu. Kita harus edukasi. #TidakLucu

Kita tidak sedang mempertentangkan pelaku dari orang kaya/ miskin, pribumi/non pribumi, remaja/ dewasa. Tapi tentang pendekatan hukum serta kekuasaan yg dilakukan terhadap perlakuan2 sejenis, bahkan jenis yg ringan. #TidakLucu

Jika kita ikuti banyak media, kita akan dapati betapa banyak orang/ remaja di tangkap karena hal sepele, yg mungkin mereka membuat kritik atau lucu2an kpd pemerintah di socmed. Lalu berakhir dipersidangan, padahal kata maaf sudah disampaikan. #TidakLucu

Untuk video yg Viral kemarin: Ucapan Maaf dan Hadir dengan orang tua tentu bagus. Dan ini bisa jadi edukasi untuk semua. Ini bisa menjadi pelajaran dan juga "hukum" bagi pelaku agar jera. Krn memalukan nama keluarga. #TidakLucu

Karena itu perlakuan serupa mestinya diterapkan pada kasus2 sebelumnya. Jangan main tangkap dan pendekatan kekuasaan. Jika kasus berat ini gunakan pendekatan edukasi dan kasus lain gunakan pendekatan kekuasaan maka pemerintah sedang menggali kuburnya sendiri. #TidakLucu

Membuat jera pelaku dengan hukum yg adil untuk semua golongan dan gunakan pendekatan keluarga agar kejadian serupa tidak terulang, mari lawan hoax, mari lawan hate speech. Gunakan socmed dgn bijak. Jangan buat Lucu2an yang #TidakLucu."

Simak videonya di atas! (*)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved