Di Mata Najwa, Umar Patek Ungkap Perbedaan Aliran Jamaah Islamiyah dengan Pelaku Bom di Surabaya
Pelaku bom Bom Bali I, Umar Patek mengungkapkan perbedaan aliran Jamaah Islamiyah dengan pelaku bom di Surabaya.
Umar patek lantas menceritakan kemauannya mengikuti upacara bendera dan menjadi petugas peingibar bendera,
"Pada tahun 2014 itu, saya akhirnya mau mengikuti upacara, setelah itu, saya sampaikan ke petugas lapas kalau saya ingin menjadi petugas pengibar bendera," ujar Umar Patek.
Saat ditanya, masihkah ada hubungan dengan Jamaah Islamiyah, Umar Patek mengaku sudah tidak berhubungan lagi.
Kemudian, Umar Patek menyarankan agar napi Teroris didekatkan dengan keluarga.
"Jika keluarga mendukung pemikiran teroris, maka lapas napiter itu harus dijauhkan dari keluarga, tetapi jika keluarga tidak mendukung pemikiran napiter itu, maka harus didekatkan, karena keluarga pemegagang peran penting seorang napi teroris menjadi tidak radikal," ujar Umar Patek
Mendengar hal itu, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Suhardi Alius tampak berkaca-kaca.
Setelah itu, ia tampak menjelaskan tugas BNPT.
Menurutnya, program tersebut untuk mantan narapidana dan keluarga narapidana.
Suhardi Alius tampak melihat kemauan Umar Patek yang jauh lebih baik.
"Secara humanis, saya melihat Umar patek mau berubah, ada sisi humanis yang bisa kita akses, sekeras apapun mereka bisa diubah," ujarnya.
Diketahui, Umar Patek adalah pelaku Bom Bali 1 yang menewaskan sedikitnya 202 orang tewas.
Atas perbuatannya itu, ia menjalani vonis 20 tahun penjara. (TribunWow.com/Woro Seto)
Simak selengkapnya:
Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Umar Patek Ungkap Perbedaan Aliran Jamaah Islamiyah dengan Pelaku Bom di Surabaya dan Sidoarjo,