Breaking News
Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Paus Fransiskus Sangat Khawatir Nasib Anak-anak di Gaza

Pemimpin Gereja Katolik Roma, Paus Fransiskus menyampaikan kekhawatirannya akan situasi kekerasan di Timur Tengah yang terus meningkat.

Editor: Lodie_Tombeg
Kompas.com
Paus Fransiskus 

 
TRIBUNMANADO.CO.ID, VATIKAN - Pemimpin Gereja Katolik Roma, Paus Fransiskus menyampaikan kekhawatirannya akan situasi kekerasan di Timur Tengah yang terus meningkat.

Kekhawatiran Paus Fransiskus itu menyusul terjadinya bentrokan antara warga Palestina di perbatasan Gaza dengan militer Israel.

Tragedi tersebut menyebabkan lebih dari 50 warga Palestina meninggal dunia, termasuk di antaranya delapan anak-anak dan seorang bayi.

"Saya sangat khawatir dengan peningkatan ketegangan di Tanah Suci (Yerusalem) dan Timur Tengah."

 
"Juga dengan lingkaran kekerasan yang membawa kita semakin jauh dari jalan perdamaian, dialog dan negosiasi," kata Paus Fransiskus di Vatikan, Rabu (16/5/2018).

"Saya turut menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya untuk para korban tewas maupun yang luka-luka. Saya mendoakan kepada semua pihak yang menderita," tambahnya dilansir AFP.

Paus yang menyerukan agar selalu dilakukan dialog untuk keadilan dan perdamaian turut mengingatkan bahwa kekerasan tidak akan pernah dapat membawa pada perdamaian.

"Perang akan mendorong peran dan kekerasan hanya akan melahirkan kekerasan," ujar Paus.

Israel telah mendapat tekanan dari masyarakat internasional atas tindakan yang dilakukan tentaranya terhadap pendemo yang melakukan aksi di perbatasan Gaza.

Puluhan ribu warga Palestina berkumpul di dekat pagar perbatasan Gaza dengan Israel, Senin (14/5/2018), memprotes peresmian kedutaan besar AS di Yerusalem.

Paus Fransiskus berulang kali menyatakan dukungannya untuk solusi dua negara terhadap konflik Israel dengan Palestina, yang secara tak langsung mengkritik keputusan Presiden AS Donald Trump atas pengakuan terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Demo di Gaza Jumat waktu setempat Sabtu Wita
Demo di Gaza Jumat waktu setempat Sabtu Wita (Aljazeera.com)

Presiden Palestina Mahmoud Abbas meminta kepada warganya untuk tidak melibatkan anak-anak dalam melakukan aksi protes di sepanjang perbatasan Gaza dengan Israel.

Presiden Abbas memperingatkan tidak ingin generasi muda yang akan menjadi masa depan Palestina menjadi generasi "cacat".

"Jauhkan para pemuda dari perbatasan, pindahkan anak-anak dari sana. Kami tidak ingin mereka menjadi orang-orang cacat," kata Abbas dalam pidatonya di Ramallah, Tepi Barat, pada Senin (30/4/2018).

Sedikitnya sudah 48 orang warga Palestina tewas selama aksi protes di perbatasan Jalur Gaza dengan Israel yang dimulai sejak 30 Maret 2018 lalu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved