Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Polisi Temukan Buku Panduan Pelaku Bom Bunuh Diri di Surabaya, Ini Isinya

Duka mendalam masih dirasakan warga Surabaya. Secara bertubi-tubi Surabaya menjadi sasaran bom para teroris.

Editor: Aswin_Lumintang
SURYA/Sugiharto
Polisi menyiris sejumlah Lokasi Tempat Bom Bunuh Diri Meledak terjadi di tiga lokasi di Surabaya, Minggu (13/5)yakni di Gereja Kristen Indonesia (GKI), Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), dan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela pada waktu yang hampir bersamaan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SURABAYA - Duka mendalam masih dirasakan warga Surabaya. Secara bertubi-tubi Surabaya menjadi sasaran bom para teroris.

Pada Minggu (13/5/2018) pagi, tiga gereja di Surabaya dibom keluarga teroris.

Polisi mengevakuasi jenazah pelaku bom di Mapolrestabes Surabaya menuju kamar mayat RS Bhayangkara Polda Jatim, Senin (14/5/2018). Total korban bom di Surabaya, di 3 Gereja dan Polrestabes Surabaya menjadi 22 orang meninggal dunia. (SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ)
Polisi mengevakuasi jenazah pelaku bom di Mapolrestabes Surabaya menuju kamar mayat RS Bhayangkara Polda Jatim, Senin (14/5/2018). Total korban bom di Surabaya, di 3 Gereja dan Polrestabes Surabaya menjadi 22 orang meninggal dunia. (SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ) ()

Ketiganya Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya Surabaya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro Surabaya, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jalan Arjuno.

Ketiga gereja itu dibom oleh Dita Supriyanto beserta istri dan keempat anaknya. Dita menyerang Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuno.

Istrinya, Puji Kuswati dan dua anaknya meledakkan bom di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro Surabaya.

Sedangkan, di Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya, bom bunuh diri dilakukan oleh dua anak laki-laki Dita.

Lalu pada Minggu malam ada keluarga di Rusun Wonocolo, Taman, Sidoarjo yang menjadi korban bom.

Usut punya usut, ternyata keluarga itu kena "senjata makan tuan".

Mereka adalah keluarga teroris yang berencana untuk beraksi di Surabaya. Namun, bom meledak di tempat tinggal mereka hingga menewaskan istri dan anak keduanya.

Sedangkan Anton Febrianto, sang ayah, tewas ditembak karena memegang switcher saat digrebek.

Pada Senin (14/5/2018), serangan bom kembali terjadi, kali ini di Polrestabes Surabaya.

Pasukan elite Kopaska TNI AL 
Pasukan elite Kopaska TNI AL  (kompasiana)

Seperti yang lainnya, pelaku serangan bom ini juga keluarga inti. Tapi, ada keajaiban yang datang untuk anak teroris yang ikut beraksi.

Saat itu pelaku datang mengendarai dua sepeda motor ke arah pos penjagaan Polrestabes Surabaya.

Seorang anak kecil ada dibonceng di tengah dua pengendara. Namun, anak kecil tersebut lolos dari maut dan kini masih dirawat

Setelah sederet insiden bom, ada sejumlah teroris yang digerebek di berbagai tempat di Jawa Timur.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved