14 Ormas dan Forkopimda Gelar Dialog Keamanan Kota Bitung
Sebanyak 14 Ormas yang tergabung dalam presidium Esa Keter diskusi bersama dengan pemerintah kota Bitung,
Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Aldi Ponge
Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebanyak 14 Ormas yang tergabung dalam presidium Esa Keter diskusi bersama dengan pemerintah Kota Bitung, di lantai IV Kantor Pemkot Bitung, Selasa (15/5/2018).
Turut juga hadir Forkopimda Kota Bitung, serta beberapa kepala SKPD, serta Danyon Marhanlan VIII Bitung, juga ketua Esa Keter Pendeta Stevanus Sumolang.
Tema yang dibahas juga cukup menarik yaitu terorisme musuh bangsa, dengan sub tema masyarakat Kota Bitung bangkit bersama negara perangi teroris dan paham intoleran.
"Sebenanya agenda kami berada di sini untuk menyatukan persepsi untuk membangun Bitung, namun lantaran ada kejadian di Surabaya sehingga agenda bertambah dengan pemberian pencerahan kejadian di Surabaya," jelas Wali Kota Bitung Maximiliaan Lomban.
Ia mengatakan mengutuk perbuatan teroris yang menyebabkan banyak korban jiwa di Surabaya."Kami tidak takut kita lawan mereka," jelas dia.
Kejadian di Surabaya tersebut sangat memiriskan hati semua orang dan tidak menutup kemungkinan kejadian seperti itu menyeberang di kota Bitung.
"Saya berharap persatuan selama ini terus dibina dan kalau ada persepsi berbeda kita satukan, dan soal persepsi kemananan berbicara dengan Polri dan TNI, dan untuk pembangunan harus dengan pemerintah," jelasnya.
Ia juga mengatakan bahwa anggota Esa Keter yang belum miliki BPJS Kesehatan agar akan diurus, dan semuanya gratis.
Sementara itu, AKBP Philemon Ginting mengatakan bahwa teroris sekarang mengawasi mereka.
"Harusnya kami yang mengawasi, sehingga warga yang melihat ada yang mencurigakan laporkan kepada kami," jelas dia.
Selain itu ia juga mengingatkan agar memperhatikan bahasa yang digunakan di media sosial.
"Mari kita bersama membangun keamanan kota Bitung, serta jangan parno, tapi segera laporkan jika ada yang mencurigakan," jelas dia.
Ia mengapresiasi juga Ormas yang ada karena sudah ada yang melaporkan kepada dirinya.
"Menurut info hanya NTT dan Papua yang tidak ada unsur simpatisan kelompok radikal, berati di Sulut ada tergambar dari medsos, itu harus diwaspadai," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bitung_20180515_190146.jpg)