Breaking News
Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sang Pendiri Putuskan Hengkang, Akankah WhatsApp Terancam Alami Kebocoran Data Seperti Facebook?

"Kami sangat menghormati privasi pengguna, ini mendarah daging dalam prinsip kerja kami.

Editor:
Nypost
Jan Koum, pendiri Whatsapp 

"Kami sangat menghormati privasi pengguna, ini mendarah daging dalam prinsip kerja kami. WhatsApp dirancang untuk mengetahui sangat sedikit informasi tentang penggunanya" - Jan Koum

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bagi Jan Koum, pendiri aplikasi WhatsApp, menjaga privasi saat berkomunikasi merupakan hal yang penting dan prinsipil.

Pengalamannya tumbuh di Uni Soviet tahun 1980-an, menempa kesensitifan Jan Koum menyoal kebebasan berpendapat.

Koum lantas bertekad melindungi data pribadi para pengguna layanan pesan di perusahaannya.

Prinsip yang kukuh ia garisbawahi saat akhirnya mengizinkan Facebookmengakuisisi WhatsApp, 2014 silam.

Sebuah Pameran Mengungkap Kisah Anne Frank dan Sahabat Pena-nya di Amerika Serikat

"Kami sangat menghormati privasi pengguna, ini mendarah daging dalam prinsip kerja kami. WhatsApp dirancang untuk mengetahui sangat sedikit informasi tentang penggunanya," tulis Jan Koum dalam blog pribadinya sesaat menjual WhatsApp pada Facebook.

Dibeli Facebook seharga $ 19 Miliar, Jan sadar ada banyak kepentingan yang akan ia hadapi.

Namun prinsipnya menjaga privasi pengguna tak lantas kendur.

"Kami sadar ketika bermitra dengan Facebook, kami harus merubah prinsip dasar kami soal privasi namun hal itu tak akan merubah apapun, kami akan tetap mempertahankan prinsip kami," tegas Jan Koum.

Kini, alih-alih mempertahankan cita-citanya menjaga privasi pengguna, di tengah huru-hara kebocoran data pengguna Facebook, Jan Koum memilih hengkang.

Senin, (30/4/2018) Jan Koum -- yang juga tercatat sebagai dewan direksi Facebook, menulis pernyataan resmi pengunduran dirinya.

Kian Hari Kian Darurat, Amerika Serikat, Rusia dan Tiongkok Memimpin Pemberangusan Kebebasan Berpendapat di Dunia

Dalam jejaring sosial pribadinya ia menulis, "Sudah waktunya bagi saya untuk pergi."

Berdasarkan pengakuan seorang eksekutif Facebook -- yang ingin dirahasiakan namanya -- Jan Koum mengaku gelisah dengan kebijakan Facebook menyikapi data pengunanya dalam beberapa tahun terakhir.

Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved