Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Digoda Jadi Cawapres Prabowo, Menteri Susi ke Sandiaga: Ngawur, Ngawur!

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menggoda Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada pembukaan

Editor: Lodie_Tombeg
Kompas.com
Sandiaga Uno dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menggoda Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada pembukaan Tidung Aquathlon di Pulau Tidung, Sabtu (5/5/2018).

Sandiaga mengatakan, Susi bisa jadi atasannya kelak jika berpasangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019.

"Tadi dibilang wapres (wakil presiden), jangan-jangan jadi atasan saya, wapresnya Pak Prabowo. Bagaimana cocok enggak nih jadi wapresnya Pak Prabowo?" ujar Sandiaga.

Mendengar itu, Susi langsung menggelengkan kepala. Kemudian Susi mengambil mikrofon.

"Ngawur, ngawur," kata Susi.

Baca juga: Bakal Lawan Susi, Sandiaga Minum Jamu dan Pijat karena Otot Tegang

"Cocok nih, kebetulan saya ditugasin," kata Sandiaga.

Sandiaga tertawa karena melihat reaksi Susi. Apalagi, samar-samar Susi mengatakan "tenggelamkan". Sandiaga kembali menggoda Susi dengan menyalahartikan ucapan itu.

"Yang enggak setuju akan ditenggelamkan," kata Sandiaga.

Susi kemudian kembali menimpali ucapan Sandiaga. "Ngawur lagi," kata Susi.

Demokrat Ingatkan Parpol Lain agar Tak Hanya Mengekor PDI-P dan Gerindra

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin mengingatkan agar partai politik lain tidak sekadar menjadi pengikut PDI Perjuangan atau Partai Gerindra pada Pilpres 2019.

"Semua pihak harus berpikir cerdas, apalagi partai-partai baru yang ada. Apakah ingin fight di parlemen atau sekadar hura-hura," kata Didi dalam sebuah diskusi di Menteng, Jakarta, Sabtu (5/5/2018).

Menurut Didi, tidak akan ada dampak elektoral yang didapatkan jika hanya menjadi pengikut PDI-P dan Partai Demokrat pada pilpres mendatang.

"Kalau hanya  mengekor, yang diuntungkan hanya dua partai itu saja (PDI-P dan Gerindra)," kata Didi.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved