Senin, 20 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Padahal Baru 4 Malam, Wanita ini Udah Minta Cerai, Ternyata Sang Suami Begini

Kisah wanita ini semoga dapat menjadi pelajaran semua pasangan yang ingin melanjutkan ke jenjang pernikahan.

Editor:

Sebelum menikah kami juga sering chatting dan telepon, kadang kami pergi makan atau menonton bioskop sepulang kerja. Walaupun dia orangnya nggak banyak ngomong, tapi dia sangat perhatian dan aku sangat tersentuh olehnya, akupun jatuh cinta padanya.

Di hari pernikahan kami, semua orang mengucapkan selamat dan mendoakan agar kami bahagia. Aku benar-benar merasa sangat beruntung saat itu.

Tapi malam itu, dia malah bersikap sangat dingin padaku, padahal aku pikir awalnya selama ini dia begitu perhatian, dia pasti akan sangat romantis.

Aku bertanya padanya, tapi dia cuman menjawab, "Aku capek, aku juga nggak tertarik sama yang begitu, aku sering ketemu kalau kerja." Aku kaget mendengar jawabannya, akhirnya malam itu kita tidur masing-masing.

Sebelum tidur aku bertanya lagi, kalau gitu kenapa kamu mau menjalin hubungan bahkan menikahiku?Dia dengan dingin menjawab, "Keluargaku pengen aku cepat-cepat menikah.Hal ini bikin aku pusing dan stress."

Jadi maksudnya, aku cuman jadi orang yang memenuhi keinginan orang tuanya saja?

Aku tidur dalam keadaan sedih dan marah dan gak bisa apa-apa hari itu. Keesokan harinya, ia menonton televisi sampai jam 12 malam, kemudian naik ke atas ranjang untuk main handphonenya.

Sedikitpun juga tidak berbicara atau melihatku, hatiku juga sudah mati dan jelas kalau pria ini sedikitpun juga tidak mencintaiku. Aku sudah memikirkan banyak alasan untuk bercerai.

Di hari ketiga, dia bilang mau mengajakku bulan madu, tapi aku tolak. Aku bilang kita sama sekali nggak ada perasaan apa-apa, mau bulan madu gimana? Tapi ternyata dia marah dan pergi keluar kamar tidur di sofa.

Karna hal inilah, mertuaku yang tinggal serumah dengan kami jadi ikut bingung, bahkan aku mendengar mertuaku menjelekkanku diluar kamar.

Malam itu aku udah nggak tahan ribut dengannya, orang tuanya juga sama sekali tidak mencegah kami.

Aku membereskan barangku dan pulang kerumah, papanya menyuruhnya mencegahku, namun suamiku sedikitpun tidak bergerak. Sampai aku mau keluar rumah, papanya baru menyuruhnya mengejarku.

Tapi mamanya malahan berkata, "Buat apa dikejar, biar aja dia pergi nggak usa balik lagi." Malam itu aku cuman bisa menangis sambil berjalan pulang.

Aku nggak bawa dompet dan handphone. Aku benar-benar merasa seluruh dunia ini meninggalkanku bahkan aku tidak cukup mencintai diri sendiri.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved