Isu Libur Panjang buat IHSG Tumbang: Begini Kata BEI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan hari ini terperosok sedalam 2,4% ke level 6.079. Net sell asing dalam perdagangan
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan hari ini terperosok sedalam 2,4% ke level 6.079. Net sell asing dalam perdagangan hari ini mencapai Rp 1,96 triliun.
Tito Sulistio, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan, penurunan indeks disebabkan oleh berbagai persepsi dari asing yang mendengar adanya libur panjang di pasar saham Indonesia.
Tito menyebut, asing kemungkinan mengalihkan dananya terlebih dahulu.
IHSG dibuka turun ke bawah 6.200
Sekadar mengingatkan, pemerintah menambah libur Lebaran sebanyak tiga hari, yaitu 11, 12, dan 20 Juni 2018. Ditambah cuti bersama, perdagangan BEI pada Juni nanti praktis hanya 12 hari.
Tito mengakui, manajemen BEI banyak mendapat protes dari investor karena lamanya libur di BEI tersebut.
"Dengan begini, uang orang mati 2,5 minggu. Tolong jangan hanya perhatikan macet jalanan, tetapi juga uang investor," kata Tito, Rabu (25/4).
Dia meminta, setidaknya kliring tetap buka sehingga bursa bisa tetap buka. Apalagi, dengan tambahan libur tiga hari tersebut, bisa dikatakan bahwa ini adalah rekor bursa tutup lama tanpa kejadian apapun.
Saat ini, dikurangi weekend, libur bursa sudah mencapai 22-23 hari.
Jumlah ini lebih besar dari rata-rata jumlah libur bursa yang ada di wilayah Asia Tenggara yang rata-rata adalah sebesar 18 hari.
Sektor keuangan anjlok, IHSG hampir menjebol level 6.000
Sektor keuangan, barang konsumer, dan pertambangan menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Rabu (25/4) kembali ke level 6.000-an. Investor asing pun masih melepas kepemilikan.
IHSG hari ini ditutup di level 6.079,85, setelah kehilangan 2,4% atau 149,78 poin.
Sebanyak 303 saham melemah, hanya menyisakan 92 saham yang naik dan 89 yang tak bergerak.
Transaksi hari ini melibatkan jual beli 8,89 miliar saham dengan nilai Rp 8,5 triliun. Investor asing melakukan penjualan saham, dengan net sell Rp 1,5 triliun di pasar reguler, dan Rp 1,96 triliun di pasar keseluruhan.
Sektor keuangan turun sampai 4,07%. Saham-saham bank terbesar Tanah Air mengisi daftar teratas top losers LQ45.
Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terjun sampai 7,44% menjadi Rp 7.150 per saham, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 5,16% menjadi Rp 3.310, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kehilangan 5,13% menjadi Rp 21.750 per saham.
Di jajaran LQ45, saham yang naik hanya dua yaitu PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) sebesar 1,02% menjadi Rp 1.480, dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) sebesar 0,8% menjadi Rp 6.300 per saham.
Selain sektor keuangan, sektor lain yang menderita penurunan yaitu barang konsumer, yaitu sebesar 2,38%, dan sektor pertambangan yang terkikis 2,19%. *
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/saham_20180426_000622.jpg)