Bitung Memiliki Tempat Pengolahan Ikan Higienis, Ini Komentar Wali Kota Lomban
Kota Bitung akhirnya memiliki Tempat Pengolahan Ikan (TPI) Higienis. Peresmian dilakukan Kamis (26/4).
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID.BITUNG - Kota Bitung akhirnya memiliki Tempat Pengolahan Ikan (TPI) Higienis. Peresmian dilakukan Kamis (26/4).
Peresmian dilakukan dengan simbolis gunting pita oleh Sjarif Widjaja, Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Perikanan dan Kelautan, serta disaksikan oleh Maximiliaan Lomban Wali Kota Bitung, Mindo Sianipar Anggota Komisi IV DPR RI, Noldy Lamalo anggota DPRD Sulut, anggota DPRD Bitung, Forkopimda Bitung, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara Ronald Soongan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bitung Liesje Macawalang, Direktur Pengawasan Asuransi dan BPJS Kesehatan Otoritas Jasa Keuangan Ahmad Nasrullah, Direktur Perizinan dan Informasi Perbankan Otoritas Jasa Keuangan Ahmad Berlian, Direktur Pelabuhan Perikanan Frits Lesnussa, Direktur Perizinan dan Kenelayanan Saifuddin, Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung Henry Batubara, Kepala Cabang Jasindo dan kepala wilayah dan cabang perbankan di Sulawesi Utara, serta tamu undangan lain, dan nelayan dan pengusaha sektor perikanan.
"Keberadaan TPI higienis ini ingin mendorong agar ikan di kota Bitung tadi dikelola dengan standar kualitas internasional," ujar Widjaja.
Syarat pembuatan TPI Higienis ini standarnya diambil dari Uni Eropa, USA, dan Jepang, sehingga ikan masuk dengan perlakuan baik.
"Sehingga setiap tahun mereka akan datang dan melihat perlakuan ikan hasil tangkapan, kalau kualitas bagus akan mendorong untuk ekspor ke negara tadi," ujarnya.
Dan jika kualitas bagus grade akan jadi A, maka harganya akan lebih bagus, nelayan akan lebih sejahtera.
"Kalau nelayan sekarang sudah pakai seragam bagus, pakai boot, kaos tangan steril semua, maka nelayan akan jadi kebanggaan," ujarnya.
TPI higienis tersebut bisa melakukan pengolahan terhadap 300 ton ikan per hari. "Nanti akan dibantu untuk distribusi dari BUMN dan perusahaan lain," jelas dia.
TPI higienis yang dibangun dengan biaya Rp 7,14 miliar ini bertujuan agar pasokan produksi perikanan, tetap terjaga kualitasnya. TPI higienis ini juga menghapus kesan TPI yang kotor dan sanitasi yang kurang layak.
Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan kapal dan alat penangkap ikan untuk Provinsi Sulut, Boltim, Mitra, dan Bitung.
Wali Kota Bitung, Maximiliaan Lomban mengatakan, mulai difungsikannya tempat pelelangan kelas internasional merupakan anugerah untuk nelayan Kota Bitung.
"Terima kasih menteri untuk bantuannya, sebab kalau mengandalkan APBD kita tidak akan cukup, semoga peningkatan perekonomian nelayan kota Bitung semakin baik,"ujarnya. (amg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bitung_20180426_175843.jpg)