Benarkah Facebook Akan Ditutup pada 24 April Ini?

Kasus bocornya data pengguna Facebook masih menjadi topik yang terus diperbincangkan.

Benarkah Facebook Akan Ditutup pada 24 April Ini?
Facebook 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus bocornya data pengguna Facebook masih menjadi topik yang terus diperbincangkan.

Mulai dari permintaan maaf dari Mark Zurkerberg selaku pendiri sekaligus Direktur Eksekutif Facebook melalui sejumlah iklan koran-koran di Inggris dan Amerika Serikat.

Hal ini dilakukan karena adanya skandal yang melibatkan aplikasi buatan Cambridge Analytica.

Baca: Heboh Facebook Ditutup, Muncul Ajakan Ketik @[4:0] Agar Tak Diblokir, Ternyata Hoaks!


Seperti yang dikutip Grid.ID dari laman Tribunnews pada Senin (26/03/2018), dalam permohonan maafnya, Mark mengatakan bahwa Facebook sebagai platform jejaring sosial tidaklah layak menyimpan informasi pribadi, jika tidak dapat melindunginya.

Iklan koran-koran yang memuat tanda tangan Mark juga menyebutkan aplikasi buatan peneliti Cambridge University telah membocorkan data jutaan pengguna Facebook sekitar empat tahun yang lalu.

"Ini adalah pelanggaran kepercayaan, dan saya menyesal kita tidak bisa melakukan lebih banyak soal ini. Sekarang kita mengambil langkah untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi," ujar iklan tersebut.

Setelah permohonan maaf dari pendiri Facebook, baru-baru ini muncul berita ungkapan penyesalan dari mantan pegawai Cambridge Analytica yang bernama Christoper Wylie.

Ia menjadi orang pertama yang menyesal dan mengungkap adanya pencurian 50 juta data pengguna Facebook.

Baca: Gaduh Facebook Ditutup 24 April 2018, Begini Penjelasan Menteri Kominfo Rudiantara

Halaman
1234
Editor: Aldi
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved