Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Dulu Budak Seks ISIS, Sekarang Malah Jadi Pasukan yang Menghancurkan ISIS

Avril bersama ribuan pejuang wanita Kurdi lainya telah bergabung dengan Phesmerga sejak usia remaja dan sudah terlibat dalam pertempuran sengit.

Editor:
TribunManado/Kolase
Tentara Kurdi 

"Saya ingin menjadi seseorang yang saleh"

Dia berbicara dengan wartawan BBC, Rickin Majithia tentang perjalanan hidupnya yang penuh gejolak.

Tania Georgelas saat masih mengenakan hijab/TANIA GEORGELAS
"Saya hanya ingin mengubah jati diri saya waktu itu," ujarnya.

"Saya tidak mau menjadi Tania dari Harrow lagi saat itu. Saya mau menjadi seorang yang saleh, seseorang yang orang tidak menjulukinya sebagai perempuan jalang."

Pada usia remaja dan awal 2000-an, Tania bergaul dengan bermacam kelompok muslim radikal di London.

Dia mengatakan bahwa agama memberinya struktur yang dia butuhkan dalam kehidupan, dan rasa memiliki.

"'Seperti sebuah keluarga atau komunitas yang merangkul saya, sepanjang saya mematuhi rasa nyaman mereka dalam keislaman."

Tania berasal dari latar belakang Inggris-Banglades.

Jendela-jendela yang dipecahkan
Dalam sebuah wawancara kepada majalah AS The Atlantic, dia berbicara tentang kesulitan tumbuh dewasa di London.

Ia menggambarkan keluarganya sebagai ''imigran generasi kedua yang menderita berbagai bentuk rasisme''.

Mereka memiliki tetangga yang buruk, dan jendela mereka sering dipecahkan.

''Saya lalu mencari cara untuk membalas, dan saya ingin memperoleh lagi martabat saya, '' kata Tania.

Para khatib sering berkisah pada Tania tentang pembantaian Srebrenica, saat lebih dari 8.000 Muslim Bosnia terbunuh pada tahun 1995

Teman-teman barunya mengubah cara dia memandang dunia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved