Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

AS dan Inggris Boikot Piala Dunia: Rusia Kian Tersudut, Putin Dituduh seperti Hitler

Upaya pembunuhan terhadap mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, di Inggris pada bulan lalu

Editor: Lodie_Tombeg
FIFA
Piala Dunia 2018 

MOSKWA, KOMPAS.com - Upaya pembunuhan terhadap mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, di Inggris pada bulan lalu, masih berbuntut panjang.

Dilansir dari BBC, Minggu (1/4/2018), juru bicara kementerian luar negeri Rusia, Maria Zakharova menuduh Inggris dan Amerika Serikat berupaya menghentikan perhelatan Piala Dunia 2018 di Rusia pada musim panas.

"Kesan saya, semua yang mereka pedulikan hanyalah mencabut Piala Dunia dari Rusia," katanya.

"Mereka akan menggunakan berbagai cara," tambahnya.

Sergei Kripal (kiri) dinyatakan bersalah karena menyerahkan identitas para agen intelijen Rusia yang sedang beroperasi di Eropa kepada Dinas Intelijen Rahasia Inggris, MI6. Foto kanan: Yulia Skripal, putri Sergei Skripal
Sergei Kripal (kiri) dinyatakan bersalah karena menyerahkan identitas para agen intelijen Rusia yang sedang beroperasi di Eropa kepada Dinas Intelijen Rahasia Inggris, MI6. Foto kanan: Yulia Skripal, putri Sergei Skripal (Getty Images via Kompas))

Seperti diketahui, Inggris berusaha untuk "menghukum" Rusia yang dituduh berada dibalik serangan terhadap Skripal dengan menggunakan racun saraf kelas militer.

Rusia membantah terlibat dalam insiden itu. Sementara, Skripal masih dalam keadaan kritis, sementara Yulia dilaporkan mulai sadar dan dapat berbicara.

Selain mengusir diplomat Rusia, keluarga Kerajaan Inggris dipastikan tidak akan menghadiri Piala Dunia.

Logo piala dunia 2018
Logo piala dunia 2018 ()

Sementara, pada Jumat (30/3/2018) malam, sekitar 170 diplomat Rusia dan anggota keluarganya telah meninggalkan Washington DC, AS.

Bendera AS di konsulat AS di St Peterburg, juga diturunkan menyusul instruksi pemerintah Rusia untuk menutupnya.

Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson telah menyamakan Piala Dunia di Rusia dengan Pertandingan Olimpiade era Jerman Nazi pada 1936.

Salah satu anggota parlemen dari oposisi di Inggris bahkan menyerukan agar Piala Dunia ditunda atau dipindahkan.

Namun, saat ini tidak ada suara yang meminta tim Inggris supaya memboikot kejuaraan bergengsi yang akan dibuka pada Juni tahun ini.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Kamis (29/3/2018), mengeluarkan peringatan untuk menanggapi kecaman berbagai negara terhadap Rusia.

"Situasi yang mirip, untuk sebagian besar pada apa yang dirasakan selama Perang Dingin," katanya.

Rusia: Inggris Harus Menarik Lebih dari 50 Diplomatnya

Menlu Rusia Sergei Lavrov
Menlu Rusia Sergei Lavrov (afp)
Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved