Kapal Tuli Elo Tenggelam di Perairan Pulau Lembeh, 3 ABK Masih Dicari
Kapal Tuli Elo dikabarkan tenggelam di perairan sebelah Utara Pulau Lembeh, Bitung, Sulawesi Utara, Rabu (28/3/2018), sekitar pukul 22.30 Wita.
Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Kapal Tuli Elo dikabarkan tenggelam di perairan sebelah Utara Pulau Lembeh, Bitung, Sulawesi Utara, Rabu (28/3/2018), sekitar pukul 22.30 Wita.
Kapal bermuatan kelapa sawit 650 ton tersebut berangkat dari Buol Toli-toli, Sulawesi Tengah, pada Selasa (27/3/2018) dan hendak menuju ke pelabuhan Bitung.
Namun, saat tiba di lokasi tersebut, kapal yang membawa satu kapten dan enam ABK itu tiba-tiba mengalami mati mesin.
Tujuh orang tersebut yaitu Ambo Tang (55) Kapten Kapal, M Yusuf (48), Rafli Asarekat (16) dan Mujahidin (30) berhasil dievakuasi.
Sementara tiga ABK lain yaitu Para, Iwan Saputra, dan Abdul Azis masih dalam pencarian.
Ambo Tang kapten kapal mengatakan bahwa saat dalam perjalanan mesin kapal mereka mati, dan sudah berusaha diperbaiki oleh ABK, namun tak kunjung baik.
"Kapal terus dihantam ombak sehingga lambung kiri kapal pecah, air mulai masuk ke dalam kapal, jadi kami semua melompat ke laut," jelasnya.
Saat sudah berada di air, ia terus mengapung dan beruntung ditemukan oleh patroli KPLP Bitung, kemudahan dievakuasi.
Sementara tiga orang lainnya yang kebetulan terus bersama berupaya berenang ke pulau terdekat yaitu pulau Lirang, dan diselamatkan oleh nelayan.
Kapal yang berkekuatan 225 GT tersebut sementara membawa 650 ton kelapa sawit ke Bitung.
Rafli yang baru pertama kali ikut melaut tersebut mengatakan bahwa saat itu ia hanya menyelamatkan barang bawaan sembari mengenakan pelampung.
"Kami berenang cukup jauh dan memang arusnya sangat kencang," ujarnya.
Pun dikatakan oleh Mujahidin yang mengatakan mereka hanya mencoba pergi ke pulau terdekat yang mereka lihat.
"Memang arus sangat kencang dan berombak," jelasnya.
Saat ini mereka sementara dalam pemulihan tenaga dirumahkan kerabat mereka.
Sementara itu, hingga saat ini sementara dilakukan pencarian oleh tim gabungan Basarnas Manado, Direktorat Pol Air, KPLP, Marinir, dan nelayan setempat.
"Kami dari tim Basarnas Manado menurunkan 10 anggota dan melakukan pencarian menggunakan RIB dan Rubber Boat," jelas Ferry Humas Basarnas Manado.
Mereka saat ini sementara membuka posko di Desa Makawidey. (Tribunmanado.co.id/Alpen Martinus)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/basarnas-manado-menurunkan-10-anggota-dan-melakukan-pencarian_20180329_153643.jpg)