Breaking News
Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Warga Kawanua di Jakarta Perkenalkan Kolintang ke Mata Dunia

Grup Temboan Kolintang ingin memperkenalkan musik Kolintang ke mata dunia. Bukan hanya nama alat musiknya

Penulis: Handhika Dawangi | Editor: Aldi Ponge
ISTIMEWA
Temboan Kolintang saat merekam video di Bukit Waleposan Desa Lembean Minut. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Grup Temboan Kolintang ingin memperkenalkan musik Kolintang ke mata dunia. Bukan hanya nama alat musiknya, melainkan nama daerah asal juga diperkenalkan.

Demikian disampaikan Isye Rooroh Manager Temboan Kolintang kepada Tribun Manado, Rabu (28/3/2018) pukul 09.30 Wita saat ditemui di Depan Pintu Kedatangan Bandara International Sam Ratulangi Manado.

Kata Temboan berasal dari Bahasa Minahasa yang artinya tempat ketinggian. Filosofi kelompok Temboan yaitu "Kalo so diatas, jang lupa lia ka bawah" (Kalau sudah di atas jangan lupa melihat ke bawah).

"Pemain kolintang yang tergabung dalam Temboan Kolintang ini memang adalah orang Minahasa yang sudah menetap lama di Jakarta. Dan hari ini kita tiba di Manado," ujar Isye.

Lanjut Isye, Temboan Kolintang berusaha untuk memperkenalkan kembali musik Kolintang. Satu di antaranya yaitu membuat video musik Kolintang dengan latar belakang objek wisata yang ada di Sulut.

"Nah agenda kami datang ke Sulut hari ini hingga beberapa hari kedepan untuk merekam video dengan objek wisata Sulut," ujar Isy

Adapun lokasi pengambilan video di antaranya pada Rabu 28 Maret 2018 di Bukit Waleposan, Lembean Minahasa Utara, Danau Seper, Lembean Minut, dan Pancuran Pemandian Tumatenden Airmadidi.

Untuk Kamis 29 Maret 2018, pengambilan video akan dilanjutkan di Jembatan Soekarno Manado, Kaki Dian dan Minut.

Untuk Sabtu, 31 Maret 2018 video akan direkam di Kota Bitung dan Pulau Lembeh tepatnya di patung Tuhan Yesus.

Lanjut Isye yang berasal dari Paslaten Minawerot ini  dengan merekam video dengan latar tempat wisata di Minahasa, nantinya seluruh nusantara bahkan mancanegara akan mengetahui bahwa di Minahasa banyak tempat-tempat yang indah.

"Sekaligus memperkenalkan di Minahasa banyak budaya yang boleh diangkat. Satu di antaranya musik Kolintang," ujar dia.

Lanjut Isye, Temboan Kolintang juga memiliki misi bersama dengan organisasi Persatuan Insan Kolintang Nasional (Pinkan) Indonesia untuk mengupayakan dan mendukung misi budaya agar alat musik tradisional Minahasa Kolintang Kayu mendapat kesempatan untuk meraih pengakuan UNESCO, yaitu sebuah Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB.

"Kenapa kami ingin Kolintang diakui Unesco, karena kami melihat budaya yang lain di Indonesia sudah terdaftar. Lalu kenapa tidak Kolintang dari Minahasa kita daftarkan," ujar Isye.

Maurits Tumandung satu di antara pemain Kolintang asal Lembean, Tawaan mengatakan pemerintah memang sudah mendukung untuk Kolintang Kayu terdaftar di Unesco.

"Setiap tahun hanya dua dan kali ini ada lima budaya yang akan masuk, kolintang satu di antaranya. Banyak persyaratan sudah dipenuhi. Dan satu di antara persyaratan harus ada monumen Kolintang. Pemerintah mengatakan sudah menyediakan dana untuk itu. Kami berterima kasih," ujar dia.

Ada tujuh pemusik profesional di Temboan Kolintang. Masing-masing memiliki latar belakang sebagai guru musik Kolintang.

Di antaranya Maurits Tumandung asal Lembean, Andre Sumual asal Matungkas, Aldi Sumual asal Matungkas, Yori Runtunuwu asal Lembean, Deni Pinontoan asal Pinokalan, Rendi Togas asal Lembean, dan Dolof Malalantang asal Tatelu.

Mereka akan membawakan lagu-lagu berbahasa Tonsea Minahasa dan ada juga yang berdialek khas Manado. Temboan Kolintang memiliki alat musik Kolintang kayu lengkap berjumlah 10 box, soundsystem khusus untuk Kolintang. 

Berikut 10 lagu rekaman Temboan Kolintang:

1. Aki Tembo-temboan (Nelwan Katuuk)
2. Lenso Putih (Ombuh Luntungan)
3. Lili ni Mamana (Nelwan Katuuk)
4. Jam pukul 5 (Nelwan Katuuk)
5. Ukur dai mejadi (Albert Runtunuwu)
6. Muka Maskena (Andre Sumual)
7. Lantaran bahugel (Dolf Malalantang)
8. Inga inga (Mauritz Tumandung)
9. 2x1 (Dolf Malalantang)
10. Goyang Temboan (Mauritz Tumandung).

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved