Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

ASTAGA! Pasangan ini Lecehkan Wisata Toraja, Terancam Sanksi Adat, Akhirnya Minta Ampun

Dua turis muda ini dengan beraninya berpose seakan-akan menginjak tengkorak di kawasan wisata itu lalu dipamerkan di media sosial.

Editor:
TRIBUNNEWS
Foto seakan-akan menginjak tengkorak ini viral dan menuai kecaman. Pelakunya pun diburu polisi dan bernasib muram 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ini peringatan bagi siapa saja untuk menghargai obyek wisata di manapun berada.

Sepekan terakhir, warganet heboh dengan beredarnya foto pasangan pemuda dan pemudi yang berfoto di objek wisata Tana Toraja tepatnya di Kete Kesu.

Kete Kesu  adalah kawasan cagar budaya dan pusat berbagai upacara adat Toraja.

Dua turis muda ini dengan beraninya berpose seakan-akan menginjak tengkorak di kawasan wisata itu lalu dipamerkan di media sosial.

Sontak foto ini membuat geram warga dan pemerhati budaya Toraja

Bagaimana tidak, Kete Kesu merupakan Makam Toraja yang sangat  dikeramatkan.

Perlu ditegaskan, bahwa situs ini sangat berharga dan ditinggikan oleh warga Toraja di desa adat sekitar.

Selain itu, Kete Kesu menjadi kawasan cagar budaya dan pusat berbagai upacara adat Toraja.

Dalam foto-foto yang tersebar di media tampak seorang wisatawan berpose menginjak tengkorak, lalu lainnya mengangkat dan memainkan salah satu tulang jenazah dan berpose seolah sedang bermain gitar.

Hal yang sama juga diungkapkan salah satu tokoh pemuda Toraja, Annas Batara. Menurutnya hal seperti ini harus menjadi pelajaran bagi para wisatawan yang ingin datang ke Toraja agar bisa mengontrol diri dalam menghargai adat budaya setempat.

Ia mengatakan para pelaku sudah dikategorikan telah melanggar adat juga melanggar UU benda purbakala.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Toraja Utara, Harli Patriatno menyayangkan hal tersebut.

“Betul kemarin kita sudah melihat terlebih dahulu isi dari foto atau video tersebut. Pada intinya kami menyayangkan karena bagaimanapun itu adalah tulang-belulang leluhur kita yang harus dihormati,” ujar Harli seperti MalangTODAYnet kutip dari laman tribunnews.com, Sabtu (24/03).

Harli pun menyampaikan bahwa mereka seharusnya tahu kode etik sebelum berpose di tanah leluhur. Kode etik tersebut pastinya  telah disampaikan oleh pemandu atau pengelola wisata.

Kendati demikian, Harli mengaku peristiwa ini baru pertama kali terjadi. Sehingga untuk menghindari akan terjadi hal serupa, Pemerintah Daerah (Pemda) Toraja Utara akan bekerja sama dengan pengelola obyek wisata setempat.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved