Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Survei - Makin Populer, Sosok ini Disebut Paling Layak Jadi Lawan Jokowi Prabowo

Lembaga Political Communication Institute melakukan survei terhadap tokoh yang dianggap cocok jadi capres poros ketiga.

Editor:
Jokowi Prabowo 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pertarungan segitiga bisa terjadi di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Petahana Joko Widodo yang diusung PDI Perjuangan, Golkar, Hanura, Nasdem kemudian Prabowo Subianto oleh Gerindra dan PKS.

Poros baru bisa muncul Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang bakal diusung Demokrat, PAN, PKB.

Lembaga Political Communication Institute (Polcomm Institute) melakukan survei terhadap tokoh yang dianggap cocok menjadi calon presiden dari koalisi poros ketiga.

Hasilnya, AHY paling banyak dipilih responden. "Survei Polcomm juga bertanya apakah poros ketiga akan terbentuk.

Hasilnya, 30,45 persen responden menjawab terbentuk, 20,19 persen tidak yakin, dan 49,36 persen menjawab tidak tahu," ujar Direktur Polcomm Institute Heri Budianto dalam jumpa pers di Cikini, Jakarta, Minggu (25/3/2018).

Dari hasil survei, sebanyak 21,00 persen responden memilih AHY yang cocok diusung sebagai capres. Sementara 15,33 persen memilih Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan yang cocok sebagai capres.

Jokowi-AHY dan Prabowo-Anies
Jokowi-AHY dan Prabowo-Anies (TribunManado/Kolase)

Kemudian, sebanyak 12,33 persen responden memilih mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang cocok jadi capres.

Selanjutnya, di posisi keempat ada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD yang dipilih oleh 10,25 persen responden.

Sementara itu, sebanyak 9,42 persen responden memilih Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling, dengan melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi. Survei dilakukan dengan wawancara langsung secara tatap muka pada 18 Maret hingga 21 Maret 2018. Adapun tingkat kepercayaan dalam survei ini sebesar 95 persen. Kemudian, tingkat kesalahan atau margin of error sebesar 2,83 persen.

Bicara elektabilitas capres, Jokowi unggul di urutan pertama. Posisi kedua diisi Prabowo. "Tampaknya, dua tokoh ini, Jokowi dan Prabowo, masih mendominasi pilihan di masyarakat.

Maka wajar dua nama ini banyak beredar sebagai kandidat capres," ujar Heri.

Dari data survei, Jokowi yang diusung PDI Perjuangan memeroleh pilihan sebesar 49,08 persen. Sementara, Prabowo dipilih 29,67 persen.

Adapun, yang menempati urutan ketiga adalah mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved