Ancaman Hukuman Pidana 6 Tahun Bagi yang Nekat Sebarkan Informasi Hoaks Tentang Telur Palsu!

Beberapa hari terakhir, netter dihebohkan dengan sebuah postingan salah seorang warga di Banda Aceh.

Ancaman Hukuman Pidana 6 Tahun Bagi yang Nekat Sebarkan Informasi Hoaks Tentang Telur Palsu!
Kolase/Sripoku
Telur palsu 

Pasalnya, Kementrian Pertanian sudah menyatakan bahwa isu tersebut tidaklah benar.

Tribunstyle melansir dari Kompas.com, "Jangan unggah ke medsos karena ada UU ITE. Siapa orang yang mengunggah berita palsu, dia diancam hukuman maksimal enam tahun penjara," ujar Setyo di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/3/2018).

Setyo menegaskan, pihaknya sudah mendorong pengawasan Satgas Pangan di daerah yang dipimpin masing-masing Direktur Reskrimsus Polda.

Polisi pun berjanji akan membongkar motif orang-orang yang menyebarkan informasi palsu tersebut.

"Jadi jangan biasa mengunggah kalau kita tidak tahu. Kita sebarkan saja bisa kena," kata Setyo.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Satuan Tugas Pangan itu menyatakan bahwa informasi palsu itu tentunya akan menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Konsumen jadi tidak yakin, jadi ragu saat mau beli di pasar atau toko. Ini juga merugikan para peternak ayam petelur," kata Setyo.

Setyo takut informasi hoaks tersebut bisa mempengaruhi tingkat konsumsi telur yang terbilang rendah.

Berdasarkan data, rata-rata orang memakan telur di Indonesia hanya 10,44 kilogram per tahun.

Bahkan, tidak sampai satu kilo telur per bulan.

"Kalau dihantam dengan isu telur palsu, akan menurunkan konsumsi perkapita. Juga akan menghantam industri peternakan ayam petelur," pungkasnya. (Tribunstyle/ Irsan Yamananda)

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Awas, Nekat Sebarkan Informasi Hoaks Tentang Telur Palsu, Hukuman Pidana 6 Tahun Menanti!

Editor: Siti Nurjanah
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved