Janda 18 Tahun Ini Ngaku Sudah 11 Kali Kawin Kontrak Dengan Turis, Alasannya Karena Desakan Ekonomi!
Kerasnya kehidupan di Jakarta dengan biaya hidup yang menurutnya tidak murah, membuat Susi memilih jalan pintas untuk mendapat uang.
Ayahnya yang sudah tidak memiliki pekerjaan tetap, membuat dia merasa semakin iba. Sang Ayah yang sejak awal menjadi tulang punggung keluarga, sudah tidak berdaya.
Di sisi lain, Susi masih memiliki dua adik yang masih kecil dan butuh biaya.
“Saya punya adik dua, dua-duanya masih sekolah, kelas 6 dan kelas 4 SD,” ujarnya.
Kebutuhan ekonomi kembali dijadikan alasan oleh Susi untuk secepatnya mendapatkan uang.
Kerasnya kehidupan di Jakarta dengan biaya hidup yang menurutnya tidak murah, membuat Susi memilih jalan pintas untuk mendapat uang.
Meski awalnya, Susi menolak untuk terjun ke dunia hitam, namun akhirnya dia terlena dengan bujuk rayu dan iming-iming dari seorang germo di bilangan Jakarta.
“Cari uang susah, mau ngelamar kerja tapi ijazah cuma sampe SD, siapa yang mau terima,” ucapnya.
Dibayar Rp 10 Juta
Hingga akhirnya, Susi pun mulai menggeluti dunianya sebagai istri kontrak dengan suami pria asal Timur Tengah.
Menurut Susi, turis asal Timur Tengah yang datang ke Indonesia khususnya di Jakarta, akan selalu mencari perempuan lokal untuk dijadikan istri, selama mereka menetap di suatu tempat di Indonesia mereka butuh pemuas seks.
“Tapi mereka nggak mau melacur, makanya mereka cari perempuan yang mau jadi istri sementaranya,” katanya.
Selain bayaran yang mahal dan tidak perlu repot menjajakan diri di pinggir jalan raya, Susi merasa kalau perbuatannya tidak melanggar.
Perempuan memiliki tinggi badan sekitar 156 sentimeter ini, begitu marah saat disebut sebagai PSK dan mengaku dibayar Rp 10 Juta.
Amil Palsu
Hanya dengan berbekal uang mahar antara Rp 2,5-3 juta, plus adanya saksi dan amil sebutan untuk penghulu sah lah bagi turis Timur Tengah itu tidur dengan wanita-wanita tersebut.