Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

HEBOH! Uang Rp 2,8 Miliar Akan Dibagikan di Daerah ini Dalam Pecahan 50 Ribu

Basaria mengatakan, memang bisa saja ada anggapan uang tersebut akan digunakan untuk membeli peralatan logistik kampanye

Editor:
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
enyidik menunjukkan barang bukti berupa uang Rp 2,8 miliar dalam pecahan Rp 50.000 dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Jumat (9/3/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga uang Rp 2,8 miliar yang disita di Kendari, Sulawesi Tenggara, akan dibagi-bagikan kepada masyarakat.

"Dari awal ada komunikasi mengenai penukaran uang ke dalam pecahan Rp 50.000. Prediksi penyelidik, uang itu disiapkan untuk dibagikan kepada masyarakat," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Uang itu diduga sebagai dana kampanye calon gubernur Sultra Asrun.

Basaria mengatakan, memang bisa saja ada anggapan uang tersebut akan digunakan untuk membeli peralatan logistik kampanye.

Namun, KPK menemukan adanya percakapan mengenai pembagian uang kepada masyarakat.

Saat ditemukan penyidik, uang tersebut disimpan di dalam kardus berukuran besar.

Menurut Basaria, uang Rp 2,8 miliar tersebut adalah pemberian dari Direktur PT Sarana Bangun Nusantara (SBN) Hasmun Hamzah kepadaWali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra.

KPK menduga uang suap itu untuk biaya politik ayah Adriatma, Asrun, yang sedang mencalonkan diri sebagai gubernur Sultra di Pilgub Sultra 2018. Adapun PT SBN merupakan perusaahan yang kerap mendapatkan proyek dari Wali Kota Kendari.

Adanya sejumlah kasus korupsi ini membuktikan begitu rentannya terjadi praktik korupsi dalam dinasti politik.(Kompas TV)
Duh Menyayat Hati! Video Curhatan TKW Menangis Kepada Jokowi, Dijual dan Dipukul di Malaysia

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang tenaga kerja wanita (TKW) menangis dalam sebuah video yang diunggah ke Facebook oleh akun Astutik, Kamis (8/3/2018).

Awalnya video tersebut diunggah akun Bernike Samosir, yang telah hilang sejak videonya viral.

TKW itu mengaku berasal dai Labuhan Batu Utara (Labura), Sumatera Utara.

Ia menyatakan berangkat ke Malaysia secara ilegal dengan iming-iming gaji besar.

Namun sesampainya di sana, ia terus dipaksa bekerja oleh sang majikan dan tidak digaji.

Menurut curhatan yang dilontarkannya, ia juga dipukuli dan dijual ke sana kemari oleh sang majikan.

Ia pun merasa tidak sanggup lagi menghadapi cobaan untuknya di Negeri Jiran.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved