Swara Parangpuang Sulut Launching Data Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan
Swara Parangpuang melauching catatan tahunan kekerasan terhadap perempuan di Sulut tahun 2017.
Penulis: Indry Panigoro | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO — Dalam rangka memperingati hari perempuan sedunia yang diperingati setiap 8 Maret, hari ini, Kamis (8/3/2018) siang, Swara Parangpuang melauching catatan tahunan kekerasan terhadap perempuan di Sulut tahun 2017.
Dan paparan divisi database kasus yang didampingi oleh Swara Parangpuan Sulut dalam kurun waktu Januari sampai Desember 2017, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) menduduki posisi paling tinggi angka kekerasan terhadap perempuan dan anak dibandingkan kabupaten kota lainnya yang ada di Bumi Nyiur Melambai Sulut.
Hal itu dikatakan kordinator kajian dan advokasi kebijakan Swara Parangpuan Sulut, Nurhasanah kepada Tribun Manado, Kamis (8/3/2018) petang. “Kalau untuk data tahun lalu, Minsel yang paling tinggi kasusnya,” kata Nurhasanah.
Kata dia lagi, untuk jenis kekerasannya, ada 40 persen kekerasan terkait kekerasan seksual. “Jumlah kasus selama 2017 ang kami tangani jumlahnya 72 kasus dengan jumlah korban 67 orang. Ada beberapa orang yang mengalami lebih dari satu kasus. Dan untuk kasus terdiri dari kekerasan seksual 29 kasus atau 40 persen,” jelasnya. “Untuk perkosaan 17 kasus, pelecehan 9 kasus , eksploitasi seksual 3 kasus. Sementara untuk kekerasan fisik 17 kasus atau 24 persen, psikis 16 kasus atau 22 persen, dan penelantaran 10 kasus atau 14 persen,” tambahnya.
Berikut sebaran wilayah yang didampingi oleh Swara Parangpuan antara lain Manado 14 kasus atau 19 persen, Minahasa dan Bolaang Mongondouw Utara (Bolmut) 8 kasus atau 11 persen, Minsel 29 kasus atau 40 persen, Minahasa Utara (Minut) 6 kasus atau 8 persen, Bitung 4 kasus atau 6 persen, dan Tomohon, Minahasa Tenggara (Mitra), Bolaang Mongondouw (Bolmong) masing-masing terdapat 1 kasus atau 1 persen. (ind)