Tak Cuma di Wakeke, Ini Tempat Nikmati Bubur Manado Lezat, Murah Meriah Lagi
Pelisir ke Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara tak lengkap rasanya tanpa menjelajahi kekayaan kulinernya.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Alexander Pattyranie
Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pelisir ke Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara tak lengkap rasanya tanpa menjelajahi kekayaan kulinernya.
Bubur Manado atau Tinutuan merupakan kuliner wajib para pelancong jika datang ke Kota Manado, Sulawesi Utara.
Tempat paling populer menikmati Bubur Manado di Wakeke, tapi ada lagi alternatif lokasi lain di Lorong Wartawan, Kelurahan Ranotana lingkungan 1, Kecamatan Sario.
Lokasi patokannya dari Patung Sam Ratulangi, melintas jalan Bethesda. Kemudian masuk ke lorong jalan Bethesda 5.
Persisnya di perempatan jalan Laut Aru, jejeran kios menjajakan Bubur Manado sudah terlihat.
Ada 4 kios menyediakan bubur Manado, ada pula variasi kuliner lain di kios lainnya. Kios-kios itu menempati garasi rumah warga.
Tempat itu juga cukup populer, sehingga tidak heran jejeran kendaraan parkir memenuhi jalan depan kios.
Tinutuan termasuk menu sarapan, sehingga pusat kuliner itu buka pagi hari, hingga siang.
Tribun Manado menyambangi kios milik Om No Legoh. Sudah 7 tahun lamanya, Om No jualan Bubur Manado. Harganya pun murah meriah. Seporsi bubur Manado hanya Rp 12 ribu. Ada juga kuliner Mie Cakalang bisa dinikmati dengan harga yang sama, dan Mie Brenebon Rp 15 ribu.
Tribun kemudian memesan menu Bubur Manado.
Menunggu tak lama hidangan Bubur Manado siap disantap.
Dari warnanya cerah makin menggugah selera. Warna bubur kuning dari beras yang dimasak dengan labu kuning atau sambil.
Dipadukan dengan sayur-sayuran hijau segar, yakni kangkung, daun gedi, bayam, kemangi.
Dicampur dengan mie basah kemudian ditabur dengan bawang goreng.
Sesuap saja terasa lezatnya kuliner khas Kota Manado ini.
Orang Manado susah makan kalau tak ada sambal. Menu Bubur Manado biasanya dilengkapi sambal roa, sambal bakasang atau sambal terasi.
Sambal roa dari ikan roa yang diasapi kemudian dicampur dengan sambal terdiri dari rica, bawang dan tomat.
Sementara sambal bakasang, terbuat dari perut ikan diawetkan dengan campuran garam dan yang di panas matahari.
Dua sambal ini memang punya ciri khas, sangat cocok digunakan untuk menguatkan rasa Bubur Manado.
Sebagai pendamping menu utama, disiapkan pula gorengan sepeti perkedel ikan nike, tahu garing dan perkedel jagung. Gorengan pun dihargai Rp 2.000
Ikan nike merupakan ikan kecil yang hidup di Danau Tondano. Ikan itu diolah dicampur dengan tepung dan bumbu kemudian digoreng garing.
Lembut bubur dan renyah gorengan, paduan kuliner yang rasanya memanjakan lidah penikmatnya. (ryo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bubur-manado_20180225_105858.jpg)