LKPP Sindir Pengadaan Barang /Jasa Pemerintah, Fadli: Umur Jalan Cuma Sampai Musim Hujan Berikutnya
Fadli Arif bawa materi di kegiatan supervisi, koordinasi dan pencegahan Korupsi bersama KPK di Ruang C J Rantung, Kantor Gubernur
Penulis: Ryo_Noor | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado, Ryo Noor
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pengadaan barang/jasa merupakan area korupsi yang harus diberantas. Persoalan ini tak akan selesai jika tak mengubah paradigma.
Demikian disampaikan Direktur Pengembangan Strategi dan Kebijakan Pengadaan Umum LKPP Fadli Arif saat membawakan materi di kegiatan supervisi, koordinasi dan pencegahan Korupsi bersama KPK di Ruang C J Rantung, Kantor Gubernur, Rabu (21/2/2018).
Paradigma lama yang harus diubah yakni belanja semurah-murahnya.
Jika menerapkan cara ini maka yang diperoleh adalah sampah. Misalnya membangun jalan murah, tentu kualitasnya rendah.
"Pengadaan barang jasa seharusnya untuk mencari yang terbaik," kata Fadli.
Hampir 20 tahun Indonesia menerapkan mencari yang termurah.
Ia pun menyindir teknik sipil Indonesia, "Persatuan teknik sipil dunia menganggap teknik sipil Indonesia paling hebat, bisa merencanakan umur jalan sampai musim hujan berikutnya," kata Fadli langsung memecah tawa hadirin di ruangan C J Rantung
Pengadaan barang jasa tahun 2010 baru senilai Rp 324 triliun, meningkat lebih dari dua kali lipat di 2014 yakni Rp 800 triliun.
Jika siklusnya berlanjut maka diperkirakan akan meningkat hingga Rp 1167 triliun
Persoalannya proses pengadaan masih dilakukan dengan cara yang sama dengan 2010, efeknya maka korupsi masih akan berlanjut.
"Kita kerja 300 hari dalam setahun, dalam arti jumlah hari tetap sama, tapi jumlah total dana tiap tabun bertambah. Kita harus ubah paradigma," ungkapnya.
Negara begitu sulitnya mengumpulkan uang, tapi dengan mudahnya menghabiskan uang untuk belanja.
Ia mencontohkan, belanja kendaraan dinas sebagai Indonesia mencapai Rp 6 Triliun
Andai bisa hemat 10 persen saja belanja kendaraan tersebut, bisa dapat uang Rp 60 miliar