Breaking News
Jumat, 1 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Benarkah Uang Bisa Membuat Bahagia? Butuh Berapa Banyak? Simak Penelitian Ini

Sebuah penelitian terbaru di Amerika Serikat menunjukkan bahwa ada jumlah tahunan ideal yang bisa membuat kita secara emosional.

Tayang:
Editor: David_Kusuma
tribunnews
Mata uang rupiah 

Selain itu, tingkat kepuasan pendapatan ini juga dipengaruhi oleh jenis kelamin dan pendidikan.

Wanita biasanya menginginkan pendapatan per tahun yang lebih tinggi. Orang yang memiliki pendidikan tinggi juga menunjukkan kecenderungan serupa.

Namun yang paling menarik dari penelitian ini adalah bagaimana pendapatan yang terlalu besar malah membuat seseorang tidak bahagia.

"Fenomena lain yang penting dalam data kami adalah adanya titik balik di mana tingkat pendapatan yang melampaui kepuasan hidup malah memperlihatkan penurunan yang konsisten dalam kebahagiaan," tulis laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Human Behavior ini.

"Telah diperkirakan beberapa waktu lalu bahwa pendapatan yang sangat tinggi menyebabkan pengurangan kesejahteraan emosional," sambungnya.

Para peneliti telah mendeteksi fenomena ini dalam hasil temuan mereka. Tapi, mereka mencatat bahwa hal ini telihat dalam kepuasan hidup bukan kesejahteraan emosional.

Di samping itu, penurunan kesejahteraan emosional ini hanya terbatas pada lima dari 9 wilayah penelitian ini, yaitu Skandinavia (Eropa Barat), Balkan (Eropa Timur), Asia Timus, Karibia (Amerika Latin), dan Amerika Utara.

Sayangnya, pola penurunan kebahagiaan ini tidak diketahui pasti oleh para peneliti. Tapi mereka menduga bahwa hal ini terkait erat dengan tuntutan yang makin banyak ketika memiliki pendapatan yang lebih besar.

"Secara teoretis, mungkin bukan pendapatan yang lebih tinggi yang mendorong penurunan kesejahteraan emosional, tapi biaya yang terkait dengan pendapatan ini," tulis para peneliti.

"Pendapatan tinggi biasanya disertai dengan tuntutan (waktu, beban kerja, tanggung jawab, dan berbagai hal lain yang ikut meninggi) yang mungkin membatasi kesempatan untuk pengalaman yang baik (seperti santai atau berlibut," imbuhnya.

Jika hipotesis ini benar, maka hal ini menegaskan bahwa uang hanya dapat membeli kebahagiaan jika Anda memiliki waktu luang untuk menikmatinya.

Dengan kata lain, uang tidak benar-benar membeli kebahagiaan.

Berita ini telah tayang di Kompas.Com dengan Judul "Berapa Banyak Uang yang Dibutuhkan untuk Bahagia? Sains Menjawabnya"

 
 

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved