Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kepsek Dianiaya Wali Murid

AGIS-APSI Sulut Kecam Pelaku Penganiaya Kepsek di Bolmong

Dunia pendidikan di Tanah Air kembali dapat cobaan. Setelah guru SMA di Sampang, Madura tewas dianiaya.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Dunia pendidikan di Tanah Air kembali dapat cobaan. Setelah guru SMA di Sampang, Madura tewas dianiaya siswanya, kini kepsek di Bolmong dianiaya orangtua murid.

"Ini tangisan kita kembali" kata Dr Hermanus Bawuoh MSi, Ketua Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Sulut, Rabu (14/2/2018). Ia mengatakan, sebagai wadah profesi pengawas sekolah, APSI menyayangkan peristiwa penganiayaan yang terjadi di SMPN 4 Lolak. "Ini pukulan kita semua," ujarnya.

Bawuoh menegaskan, orangtua siswa harus menghargai kebebasan proses pendidikan di sekolah. Di dalamnya ada proses mendidik.

"Harusnya ada sikap rasa terima kasih dan kooperatif orangtua yang tercipta bersama guru. Bukan menunjukan arogansi seperti itu," ujarnya.

Baginya, siapapun siswa itu, orangtua siswa di sekolah ialah bapak dan ibu guru di sekolah. Guru dengan segala upaya optimal akan memberikan yang terbaik bagi siswa sesuai wujud panggilan mulianya mencerdaskan anak bangsa.

Drs. Donald  Ruindungan, M.Si selaku Sekretaris APSI Sulut
Drs. Donald Ruindungan, M.Si selaku Sekretaris APSI Sulut (istimewa)

Dengan peristiwa di Bolmong, ia mengaku APSI sangat prihatin. Kejadian itu melukai semua guru. APSI Sulut, menurut Bawuoh, menyuarakan sikap.

Berikut pernyataan sikap APSI:
- Percaya pada aparat hukum untuk memproses secara hukum dan tuntas penganiayaan kepsek di Bolmong dan APSI Akan mengawal jalannya semua proses tersebut
- Minta pada pemerintah propinsi, kabupaten dan kota untuk lebih serius lagi memberikan rasa nyaman lewat berbagai regulasi kebijakan terhadap guru yang sedang melaksanakan tugas mulia amanah luhur bangsa membuat generasi cerdas dan berkarakter.
- Minta pada masyarakat, orangtua siswa untuk lebih membangun lagi relasi komunikasi kerja sama dari hati ke hati untuk suatu proses memberi yang terbaik bagi anak didik kita

Sekretaris APSI Sulut Drs Donald Ruindungan MSi meminta kepada semua pengawas sekolah dapat memberikan edukasi dengan berbagai cara kepada masyarakat khususnya orangtua siswa.

Mereka harus diberi tahu pentingnya dukungan orangtua dan masyarakat. "Juga bagaimana membangun komunikasi yang kondusif, persuasif, komprehensif lewat proses kerja sama dari hati ke hati untuk masa depan anak-anak negeri," katanya.

"Hal ini akan dikonkritkan dan lebih dipertajam dalam proses Rakerda APSI Sulut nanti," tambah Ketua Bidang Media dan Jurnal APSI Sulut Fredericus Lumi.

Guru Indonesia Sulut (AGIS) mengecam tindakan orangtua wali murid yang melakukan penganiayaan kepsek di Bolmong.

Ketua AGIS Arnold Poli mengungkapkan, agar pelaku penganiayaan dihukum seberat-beratnya.

"AGIS mengutuk tindakan itu, penganiayaan tersebut adalah pidana. Kami meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya," ujar mantan Sekretaris Kota Tomohon ini.

Arnold mengatakan, kalau pun latar belakang penganiayaan karena dasar didikan guru terhadap murid, tak bisa dibenarkan ada orangtua atau wali murid menganiaya guru.

Kasus semacam ini, kata Arnold, bukan baru kali pertama terjadi. Agar memberi efek jerah maka perlu mempertimbangkan hukuman maksimal di pengadilan.

Kalau pun ada upaya damai, Arnold tak sepakat jika kasus hukum dihentikan. "Walau ini delik aduan tetap diproses," kata dia. (dma/ryo)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved