Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jip Israel Tabrak Warga Palestina, Keluarga Diminta Ganti Rugi

Israel menuntut pembayaran kepada Abdulla. Abdulla adalah korban tabrakan tentara Israel pada tahun 2015.

Editor: Lodie_Tombeg
aljazeera.com
Zeinat Ghneimat 

TRIBUNMANADO.CO.ID, RAMAHLLAH - Israel menuntut pembayaran kepada Abdulla. Abdulla adalah korban tabrakan tentara Israel pada tahun 2015.

Namun Israel menuduh korban hendak melancarkan serangan bom ke kendaraan. Ia telah tewas, kini keluarga diminta bertanggung jawab.

"Saya tidak ingin menamainya Abdulla," kata ibu anak laki-laki itu, Zeinat Ghneimat. "Selama berminggu-minggu, saya tidak memanggil si kecil dengan namanya," katanya pada Al Jazeera sambil mencekik air mata seperti dikutip dari Aljazeera.com.

"Saya memberi tahu ayahnya, saya tidak akan bisa memanggil namanya, karena mengetahui Abdulla tidak lagi bersama kami."

Kurang dari tiga tahun yang lalu, sebuah jip militer Israel menabrak Abdulla berusia 21 tahun, putra sulung keluarga tersebut.

Pada tanggal 3 Januari 2018, keluarga Ghneimat mendapat tagihan dari Israel, menuntut kompensasi sebesar $ 28.000 untuk kerusakan jip.

Abdulla mati oleh jip tentara Israel saat melakukan penggerebekan di desanya di Kufur Malek, timur laut Ramallah sebelum fajar pada tanggal 14 Juni 2015.

Menurut hukum yang diajukan oleh keluarga tersebut terhadap Israel pada bulan Juni 2017, Abdulla terjebak di bawah jip dan tewas setelah pasukan Israel membantahnya mendapat bantuan medis.

Dia perlahan dieksekusi, Naela Atiya, pengacara keluarga tersebut, mengatakan kepada Al Jazeera.

"Menurut saksi mata, penduduk setempat memohon agar tentara mengangkat jip saat dia hancur, mereka tidak mengizinkannya," kata Atiya.

Dia menambahkan bahwa dalam klaim pembelaan dan ganti rugi mereka, pengacara negara Israel mengatakan bahwa tentara memberikan bantuan medis kepada Abdulla dan mengizinkan sebuah derek lokal untuk mengangkat jip tersebut, tanpa menentukan jangka waktu tersebut.

Militer Israel mengatakan pada saat kejadian tersebut, Abdulla melemparkan sebuah bom di jip.

"Temuan penyelidikan tersebut sedang ditinjau oleh penuntutan militer," kata tentara Israel kepada Al Jazeera bulan ini. Keluarga tersebut menjaga anak mereka dalam perjalanan pulang setelah shift malam di peternakan unggas tempat dia bekerja.

Bagi keluarga Abdulla, luka yang tidak pernah disembuhkan digosok oleh garam oleh permintaan kompensasi Israel. Orang tua yang tercengang dan jijik mengatakan bahwa mereka yakin otoritas pendudukan Israel tidak mengejar uang mereka, melainkan kehendak mereka.

"Mereka ingin kita menyerah, mereka tidak ingin meminta pertanggungjawaban perwira dan tentara mereka," kata Iyad, ayah Abdulla.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved