Gerindra Nilai Gerak-gerak Sosok ini Sebagai Tanda Kesiapan Maju Pilpres
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, partainya tengah mencari momentum yang tepat untuk mendeklarasikan
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ahmad Muzani, Sekjen Partai Gerindra ungkapkan, partainya menunggu momentum yang tepat untuk mendeklarasikan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres pada Pemilihan Presiden 2019 .
Muzani mengatakan, memang belum ada pernyataan langsung Prabowo akan maju sebagai capres pada Pilpres 2019.
Namun, Ahmad Muzani yakin, partainya akan mengusung Prabowo sebagai capresnya.
"Jawaban mengatakan Beliau bersedia memang tidak pernah diucapkan, tapi isyarat dan semua gerak-gerik dan keputusan politik kami baca Beliau maju kembali jadi capres. Kami sudah simpulkan, Beliau maju," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/2/2018).
Muzani melanjutkan bahwa suara kader Gerindra telah bulat untuk mengusung kembali Prabowo sebagai capres pada Pilpres 2019.
Prabowo Subianto merupakan satu-satunya opsi, karena Gerindra memang tak punya opsi lain yang lebih pantas untuk diusung sebagai Capres.
Oleh karena itu, lanjut Muzani, Gerindra terus mengintensifkan komunikasi dengan sejumlah partai untuk membangun koalisi untuk mengusung Prabowo.
Muzani mengaku, ada dua partai yang intensif menjalin komunikasi dengan Gerindra yakni Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
"Bicara dengan PKS intensif, bicara dengan PAN juga intensif," pungkas Muzani.
BACA JUGA:
Prabowo Berniat Mundur Jika Terjadi ini, Ia Juga Sebutkan Syarat Penggantinya Harus Begini
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan bahwa dirinya akan mundur dan mencari pengganti jika sudah tak lagi kuat memimpin Gerindra.
"Kalau saya tidak kuat, saya akan lapor, saya tidak kuat lagi, turun cari pengganti saya," ucap Prabowo di kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta, Sabtu (10/2/2018).
Namun, kata Prabowo, penggantinya tersebut haruslah orang yang sama punya tekad dan setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Pengganti saya harus tetap merah putih, harus tetap setia pada Pancasila dan UUD 45, setia pada rakyat Indonesia," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/anies-baswedan_20171124_133050.jpg)