Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bantuan Dinas Pertanian Bolmong Tak Tepat Sasaran

Bantuan dari Dinas Pertanian Bolaang Mongondow pada kelompok tani tak berjalan sebagaimana mestinya.

Penulis: Finneke | Editor: Andrew_Pattymahu
FINNEKE WOLAJAN
Pertanian Bolmong 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Bantuan dari Dinas Pertanian Bolaang Mongondow pada kelompok tani tak berjalan sebagaimana mestinya. Diduga ada mafia yang sengaja bermain untuk keuntungan pribadi.

Bantuan kelompok mulai dari alat mesin pertanian, bantuan benih, pupuk serta bantuan pemerintah lainnya. Menurut sumber warga yang enggan identitasnya diungkap mengatakan ada alsintan yang dikuasai secara perseorangan. Bahkan ada yang diperjual belikan.

"Sementara bantuan berupa benih dan pupuk sering masuk dalam bentuk uang. Misalnya bantuan ke kelompok ada Rp 10 juta, yang masuk ke petani hanya setengah dari itu," ujar warga ini, Selasa (6/2).

Kondisi ini membuat petani semakin sulit. Padahal di banyak tempat di Bolmong, petani yang mau beli bibit atau pupuk pun harus berhutang pada orang. Sementara, bantuan yang menyangkut hajat hidup orang banyak ini telah diselewengkan.

"Saya hanya menggarap lahan. Kadang saya harus pinjam uang untuk beli pupuk. Selama ini saya tak pernah dapat bantuan pertanian. Sudah bertahun-tahun saya bertani," ujar Os, petani di Lolak.

Kepala Dinas Pertanian, Remon Ratu, mengatakan, ia sendiri mendapat informasi warga terkait bantuan ke kelompok tani tersebut. Banyak bantuan ke petani yang tak sesuai. Remon sendiri baru menjadi kepala dinas pada 5 Januari 2018.

"Saya akan menelusuri lapangan untuk mengecek penyaluran bantuan. Termasuk memberi ruang pada petani untuk menyampaikan semua keluhan di lapangan. Petani agar tak segan melaporkan. Sanski tegas pun bagi pertugas pertanian yang kedapatan bermain," ujarnya.

Mantan Camat Dumoga ini menegaskan jangan sampai ada mafia yang notabenenya mengorbankan petani yang ada. Remon pun menegaskan pada koordinator penyuluh untuk hati-hati dengan ini.

"Hak petani harus diberikan pada petani. Saya sangat paham dengan apa yang dirasakan petani, karena saya juga berlatar belakang petani. Ke depan tak ada lagi yang seperti itu," jelasnya. (fin)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved