Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mengenal Sengatan Ikan Pari yang Menimpa Menteri Lukman

Dalam artikel yang diterbitkan How Stuff Works, ikan pari akan menyengat jika manusia secara tidak sengaja menginjak ikan pari.

Editor:
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Penyelam menyaksikan ikan pari manta yang berenang di lokasi Manta Point, Pulau Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, Rabu (25/10/2017). Binatang yang dilindungi itu merupakan salah satu daya tarik wisata utama di Nusa Penida. Tahun 2016, Nusa Penida dikunjungi sedikitnya 245.124 wisatawan dari dalam dan luar negeri. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin tersengat ikanpari saat berada di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur, Sabtu (3/2/2018). 

Usai kejadian, Lukman Hakim Saifudin langsung dibawa ke puskesmas Derawan dan dirujuk ke RSUD Berau.

Seperti sudah diberitakan Kompas.com, Menag Lukman pun telah mengonfirmasi bahwa dirinya sudah dalam keadaan baik dan saat ini sedang menuju Jakarta.

"Setelah sekitar 2 jam di Sangalaki, kami bersiap menuju Pulau Kakaban. Ketika hendak naik boat, dan permukaan air laut masih sebatas betis, tiba-tiba ikan pari menyengat bawah mata kaki di atas tumit kaki kanan saya," ucap Menag Lukman menceritakan kronologi dirinya tersengat ikan pari.

Sengatan ikan pari tak hanya dialami oleh Menag Lukman. Kasus serupa juga kerap dialami oleh penyelam. Bahkan, seorang pemburu buaya yang terkenal di dunia, Steve Irwin, meninggal dunia pada 4 September 2016 karena tersengat ikan pari.

Lalu, apa alasan ikan pari menyengat? Padahal, beberapa ahli menyebut ikan pari tergolong hewan jinak. Rupanya sengatan yang dilakukan ikan pari adalah bentuk membela diri.

Dalam artikel yang diterbitkan How Stuff Works, ikan pari akan menyengat jika manusia secara tidak sengaja menginjak ikan pari.

Secara otomatis, ikan pari akan menyerang dengan ekornya yang berbahaya. Umumnya yang diserang adalah pergelangan atau telapak kaki.

Sengatan ini dilakukan oleh semua ikan pari saat membela diri. 

Ikanbertulang rawan ini memiliki sengat berduri yang berada di tengah-tengah ekor atau dekat pangkal ekor. Geriginya ini menghadap ke arah tubuh ikan.

Di dalamnya terdapat kelenjar racun di dasar tulang belakang dan selaput yang menutupi seluruh mekanisme penyengatan.

Saat dia terinjak, ikan pari akan mengangkat ekor panjangnya dan langsung menyengat apapun yang ada di depannya.

Ketika sengatan masuk ke tubuh manusia, hal ini akan membuat jaringan robek dan ujung-ujung ekornya yang runcing dan bergerigi akan meninggalkan luka.

Racun ikan pari sebenarnya tidak selalu fatal, tapi sangat menyakitkan.

Itu karena racunnya memiliki kandungan enzim 5-nukleotidase dan fosfodiesterase, juga serotonin neurotransmiter.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved