Unik, Petani Jepang Kembangkan Pisang yang Kulitnya Bisa Dimakan
Salah satu cara mewujudkannya dengan menggunakan teknik pembekuan yang sangat inovatif.
"Kami telah menunjukkan bahwa dua atau 3 jamur penyakit serius telah menjelma menjadi lebih ganas dengan meningkatkan kemampuan mereka untuk memanipulasi metabolisme pisah dan menggunakan nutrisinya," kata Stergiopoulos, dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal online PLOS Genetics.
"Perubahan paralel terhadap metabolisme patogen dan tanaman inang telah diabaikan hingga saat ini -- yang mungkin merepresentasikan 'sidik jari molekular' dari proses adaptasi tersebut.
"Ini adalah peringatan pada komunitas riset untuk mencari mekanisme serupa antara patogen dan tanaman inang."
Stergiopoulos merujuk pada pisang Cavendish, jenis pisang yang biasa ditemukan di supermarket.
Tak seperti tanaman lain yang besar dari umbi atau biji, pisang tumbuh dari stek pucuk, yang berarti, penyakit yang mampu memusnahkan satu tanaman bisa menghancurkan mereka semua.
"Pohon pisang Cavendish verasal dari satu pohon. Karena merupakan tanaman kloning, mereka semua memiliki genotipe yang sama," kata dia. "Itu bisa mengarah pada bencana."
Stergiopoulos menambahkan, ketersediaan pisang siap makan memberikan kesan buah itu akan selalu ada.
Untuk mencegah industri pisang global berakhir dalam dekade mendatang, petani harus mengaplikasikan 50 fungisida untuk setiap pohon pisang yang mereka tanam setiap tahunnya.
"Antara 30-35 persen biaya produksi pisang digunakan untuk aplikasi fungisida," kata dia. "Karena banyak petani tak mampu menyediakan fungisida, mereka menumbuhkan pisang dengan kualitas lebih rendah, yang bernilai jual lebih rendah."
Sebaliknya, "petani yang mampu membeli pestisida menimbulkan risiko bagi lingkungan dan kesehatan manusia."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pisang_20171026_160827.jpg)