Kamis, 14 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tinjau Pasar Sagerat, Wali Kota Bitung Komentari Tempat Menyusui

Peninjauan kali ini dilakukannya dengan sangat teliti. Hampir semua bagian pasar ia tanyai. Semua dikomentarinya.

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: maximus conterius
Tribun Manado
Wali Kota Bitung Max Lomban didampingi Kepala Disperindag Benny Lontoh meninjau pembangunan pasar rakyat di Winenet, Bitung, Selasa (16/01/2018). 

Laporan wartawan Tribun Manado, Arthur Rompis

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Wali Kota Bitung Max Lomban meninjau pembangunan pasar rakyat di Kelurahan Winenet, Selasa (16/01/2018) sore.

Peninjauan kali ini dilakukannya dengan sangat teliti. Hampir semua bagian pasar ia tanyai. Semua dikomentarinya.

"Wah, bagusnya ada empat ATM di sini," kata dia usai menyimak penjelasan Kadisperindag Bitung Benny Lontoh mengenai ATM di bagian depan pasar.

Di samping ruangan ATM ada sebuah ruangan, yang menurut Benny adalah tempat menyusui. Lomban menimpali.

"Kalau ada pembeli yang hendak menyusui anaknya bisa menggunakan ruangan ini, kalau menyusui di luar bisa lain ceritanya, bukan begitu, Pak Benny?" kata dia.

Dalam pasar didominasi lapak. Namun ia lebih banyak bertanya mengenai saluran pembuangan yang terdapat di sekeliling lapak.

Ada saluran kecil di samping lapak yang bermuara pada sebuah saluran berukuran lebih besar di ujung lapak.

"Kalau ini bagaimana cara kerjanya?" ujar dia sambil menatap saluran tersebut.

Agak lama Lomban memberondong Benny dengan pertanyaan tentang pembuangan limbah.

Lomban tampaknya penasaran dengan alur pembuangan limbah itu. Seperti biasa ia memberi komentar.

"Harus ada petugas kebersihan tersendiri," kata dia.

Di samping ruangan pasar, ada sebuah tempat kosong. Lomban bertanya apa fungsi tempat itu, yang dijawab Benny tiada.

"Jangan sampai ditempati orang tak berhak, organisasi pasar harus terpisah dari Pasar Winenet dan kepala pasarnya harus orang yang punya keberanian," ujarnya.

Alasan "ketelitian" Lomban nanti terungkap usai peninjauan.

Kepada wartawan, Lomban membeber pasar itu hendak dijadikan pasar percontohan di Indonesia yang bersih serta aman.

"Saya ingin pasar ini jadi percontohan," kata dia.

Diungkap Lomban, butuh perjuangan membangun pasar tersebut. Semua bermula dari dana Kementerian Perdagangan yang turun untuk Pasar Winenet.

Namun karena ada masalah tanah, hingga dana tersebut dialihkan untuk pasar tersebut.

"Kita sudah ada bukti tanahnya tapi BPN lambat memproses," beber dia.

Lomban mengakui menggunakan segenap upaya, termasuk politis untuk mengamankan pasar tersebut.

Dikatakan Lomban, pasar itu akan diresmikan pada HUT pemerintahan dia dan Wakil Wali Kota Maurits Mantiri pada Maret mendatang.

"Saya berharap banyak pada pasar ini, bakal jadi pasar modern yang jadi contoh di Indonesia," kata dia.

Lomban menegaskan, para pedagang yang berjualan di situ adalah yang sudah terdata.

Uniknya hingga kini Lomban masih bingung cari nama untuk pasar itu.

"Apa mungkin saya namakan Pasar Benny Lontoh saja, atau lainnya?" kata dia lalu tertawa. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved