Mahasiswa Protes Karena Nilainya C, Dosen Beri Jawaban 'Menawan' Lewat Status
Seorang mahasiswa melakukan protes kepada Dosennya karean tidak terima jika diberikan Nilai C
Sy ingin protes karena merasa nggak layak, sy merasa bodoh, nggak kuat nanggung beban seberat itu.
Pertanyaan yg baik itu bukan berapa nilaimu, tapi apa skillmu?
Nilainya bagus tapi o'on kaya sy, mending nilai biasa2 tapi skillnya luar biasa.
Pendidikan di lingkup perguruan tinggi harus mengutamakan kemampuan, keilmuan, keahlian, bukan cuma membanggakan nilai.
Saat ini lebih marak minuman rasa jeruk dibanding air jeruk beneran, makanan rasa sapi dibanding daging sapi sungguhan.
Jangan sampe kampus-kampus tempat mencetak agent of change malah ikutan industri makanan dan minuman, judulnya aja "sari jeruk" tapi cuma air diwarnai dan ditambah perasa.
Gelarnya aja sarjana, tapi dituntut skill cuma melongo.
Siti Julaihah FD
Semarang, 10 Januari 2018
Postingan ini telah dibagikan sebanyak lebih dari 4,8 ribu kali.
Sebagaian besar warganet sepakat dengan penjelasan dosen tersebut.
Menurut, akun Wisnu Dharmesa nilai atau IPK tidak bisa menilai karakteristik, dedikasi, keteguhan dan loyalitas seseorang.
Namun akun rizki damanik justru berpikir sebaliknya.
Ia menilai, saat ini banyak perusahaan, bahkan PNS yang mempersyaratkan lulusan IPK cumlaude atau IPK minimal 3,25.
"lain dosen..lain org nya..smg yg dpt nilai tdk kecil hati..jdkan cambuk..syukur nanti jd. org hebat bkn krn nilai," tulis akun sarah husin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-nilai_20180117_131418.jpg)