Janda ini Bertahan Hidup dengan Biji Kakao Sisa Tikus
Seorang janda miskin Sukma Damayanti dan putrinya Julianti terus berjuang dalam kemiskinan
“Untuk makan kasian, bersama anaknya dia cuma memungut biji kakao sisa tikus yang terbuang di kebun warga," ucapnya.
Sukma sering mengeluh kadang ia tidak makan seharian bersama putrinya. Terutama jika seharian menyusuri kebun milik warga namun ia tak menemukan biji kakao sisa tikus yang bisa dijual.
Sukma juga kerap tak mendapatkan biji kakao lantaran lebih dulu dipungut waga lain yang juga mencari peruntungan dengan profesi yang sama dengan Sukma.
Saat situasinya terjepit, Sukma terpaksa mengutang kepada pedagang atau warga desa yang bersedia memberinya pinjaman. Uang tersebut digunakannya untuk membeli beras.
Beralaskan Tanah
Gubuk yang ditinggali Sukma jauh dari kata layak. Ukurannya hanya 4x3 meter. Gubuk tersebut hanya beralas tanah yang dilapisi tikar.
Salah satu sudutnya dibuat panggung yang ditopang dengan kayu agar tidak lembab, sehingga ibu dan anak ini bisa tidur lebih baik.
Tak ada perabotan mewah di dalam gubuk ini.
Di gubuk bekas yang dibuang warga ini, hanya ada sejumlah piring dan periuk untuk masak.
Pakaian Sukma dan anaknya pun hanya dilipat rapi dan sebagian digantung di dinding gubuknya.
Untuk memasak, Sukma menggunakan kayu dari tungku atau dapur batu yang disusun membentuk segitiga.
Untuk mengirit minyak tanah, Sukma memanfaatkan karet bekas yang dibuang warga untuk memantik api.
Gubuk yang berdiri di atas lahan milik orang lain ini juga tak memiliki jaringan listrik.
Lampu pelita minyak tanah yang digunakan malam hari hanya dinyalakan hingga pukul 20.00 Wita.
Itu pun hanya digunakan julianti untuk belajar atau mengaji.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sukma_20180117_100110.jpg)