Jimmy Tindi: Bupati Talaud Sri Wahyumi Dijemput Ribuan Orang
Surat penonaktifan terhadap Bupati Talaud, Sri Wahyumi Manalip oleh Mendagri, Tjahyo Kumolo, tak diindahkan sang bupati cantik ini
Penulis: | Editor: Aswin_Lumintang
TRIBUNMANADO.CO.ID, MELONGUANE - Surat penonaktifan terhadap Bupati Talaud, Sri Wahyumi Manalip oleh Mendagri, Tjahyo Kumolo, tak diindahkan sang bupati cantik ini. Alasannya simple, dia belum memperoleh surat tersebut. Hal ini diutarakan satu di antara tim sukses, Sri Wahyumi Manalip, yakni Jimmy Tindi.
Jimmy mengatakan, sehabis memberikan penjelasan di Kompas TV Manado, Jumat (12/01/2018) lalu, Bupati nonaktif Kabupaten Kepulauan Talaud, Sri Wahyumi Talaud langsung kembali ke Talaud. ''Sekarang ibu bupati lagi di Beo dan tidak mengaktifkan handphone. Nanti kalau ada orang dekat ibu, yang mengawal ibu di sana handphone-nya aktif, saya komunikasikan dengan Tribun Manado, '' ujar Jimmy Tindi.
Baca: Rektor Unsrat Minta Seluruh SMA Bisa Masukan PDSS
Baca: Olly: Jadi Waktu DPR ke Talaud, Bupatinya Tidak Ada
Dia mengatakan, memang beberapa hari lalu sempat dipanggil Pemprov melalui Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemprov Sulut DR Jemmy Kumendong, ''Tapi saat itu Ibu (Bupati nonaktif Sri Wahyumi Manalip), sedang mengikuti tes kesehatan di RSUP Prof RD Kandou, Malalayang, '' ujar Jimmy.
Jimmy memastikan dukungan masyarakat Talaud kepada Bupati, Sri Wahyumi Manalip semakin mengkristal.''Buktinya sewaktu tiba kemarin di Talaud (Melonguane), ribuan massa menjemput dan mengelu-elukan Ibu Bupati, '' ujarnya.
Baca: ASN Cantik Victorine Lengkong Jabat Kadis Pariwisata Kota Bitung
Seperti diketahui, meski telah dinonaktifkan oleh Kementerian Dalam Negeri lantaran pergi ke Amerika Serikat tanpa izin resmi dari atasannya, Bupati Talaud Sri Wahyumi Manalip menyatakan tetap akan datang ke kantor dan masuk bekerja seperti biasa. "Saya akan tetap masuk kantor," ujar Sri.
Sri dianggap melanggar UU nomor 23 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dengan pergi ke Amerika Serikat tanpa izin resmi dari atasannya.
Sri kembali maju dalam bursa Pilkada 2018 melalui jalur perseorangan.
Pemberhentian sementara Sri dari jabatannya karena kepergiaannya ke Amerika Serikat pada Oktober hingga November 2017.
"Paspor yang saya gunakan ke sana adalah paspor reguler, dan saya ke sana sendiri tidak membawa staf. Saya juga tidak menggunakan anggaran daerah," ujar Sri Wahyumi membela diri.
Sri bersama 5 orang terpilih lainnya diundang oleh Kedutaan Besar AS di Indonesia mengikuti program studi banding selama hampir sebulan di negeri dipimpin oleh Donald Trump itu.
Rodhial Huda, peserta International Visitor Leadership Program (IVLP) lainnya dari Natuna membenarkan bahwa kepergian ke AS itu merupakan undangan ke perseorangan bukan ke lembaga.
"Saya termasuk salah satu yang diundang, dan bersama ibu Sri belajar di sana," jelas Huda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sri-wahyumi-manalip_20180113_183517.jpg)