Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jemaat Kinamang Ambil Kerikil di Sungai untuk Bangun Gereja

Jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Kinamang Kairagi Dua berulang tahun yang ke 18

Penulis: Handhika Dawangi | Editor:
TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
Perayaan HUT Jemaat GMIM Kinamang 

Laporan Wartawan Tribun Manado Handhika Dawangi

MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID - Delapan belas tahun telah berlalu, tepatnya (09/01/2018) Jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Kinamang Kairagi Dua Kecamatan Mapanget berulang tahun yang ke 18. Banyak melewati suka dan duka bersama.

Jemaat GMIM Kinamang merupakan hasil pemekaran dari Jemaat GMIM Solagratia Kayuwatu Kairagi Dua.

Dari awalnya hanya dua kolom beribadah di Kanisa.

Kemudian menjadi tiga kolom, bertambah menjadi empat kolom, hingga sekarang sudah menjadi tujuh kolom.

Saat ini, Jemaat GMIM Kinamang terdiri atas 165 Kepala Keluarga (KK), 635 jiwa.

Jemaatnya berasal dari berbagai perumahan di antaranya Kompleks Balitka, Restika Permai, Perumahan Aneka Tambang, Lembah Nyiur, dan Taman Sari.

Untuk beribadah jemaat sekarang menggunakan gedung gereja yang megah. Gereja mulai dibangun pada 2000.

"Waktu itu jemaat dalam kebersamaan. Semuanya bekerja bersama hingga mengambil kerikil di kuala pun dilakukan bersama-sama," ujar Pdt Netty Takasenseran Walo MTh, pendeta pertama melayani di GMIM Kinamang, Minggu (14/01/2018) di sela-sela ibadah puncak perayaan HUT ke 18 GMIM Kinamang.

Lanjut Pdt Netty, saat ia pindah pada 2005, progress pembangunan gereja sudah mencapai 80 persen dan kemudian selesai 100 persen pada 2009.

"Harapannya semoga kedepan jemaat GMIM Kinamang semakin berkuakitas untuk melayani," ujar Pdt Netty.

Kinamang merupakan bahasa Minahasa yang artinya diberkati. "Dalam memberikan nama, waktu itu dilaksanakan sidang majelis jemaat. Dari berbagai usulan diputuskanlah nama Kinamang. Itu artinya diberkati," ujar Pdt Netty. .

Ketua Jemaat GMIM Kinamang, Pdt Arnold Philips Umboh STH. mengatakan pada ibadah perayaan puncak ini di dalam gereja dipasangi balon warna biru dan merah muda yang cerah.

"Ini mengungkapkan suka cita jemaat. Terima kasih atas peranan jemaat selama ini. Penuh perjuangan, Sebelum gedung ini kita mengikuti ibadah dibawah Katu, dan kayu dari pohon kelapa. Saya sampaikan terima kasih kepada semua pendeta yang sudah melayani di sini. Semoga kita selalu diberkati untuk terus menjadi berkat. Selamat Hari Jadi ke 18 sambil memohon berkat dan tuntunan Tuhan di tahun selanjutnya," ujar dia.

Jemaat tampak sangat bahagia merayakan HUT ke 18 GMIM Kinamang. Treesje Assa satu di antaranya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved