Tahu Gak Sih? Kenapa Bahasa Inggris Logatnya Bisa Berbeda-beda, Simak Alasannya
Jika diperhatikan, kalian pasti menemukan perbedaan logat atau aksen dalam bahasa Inggris itu tidak semuanya sama dalam pengucapan
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kalian yang bisa berbahasa Inggris mempunyai kesempatan luas untuk menyerap ilmu dan berkomunikasi dengan masyarakat dunia.
Selain itu, secara tidak langsung, orang yang fasih bahasa Inggris selalu diidentikan sebagai seorang terpelajar atau cerdas, meski belum benar seratus persen.
Namun, jika diperhatikan, kalian pasti menemukan perbedaan logat atau aksen dalam bahasa Inggris itu sendiri.
Umumnya, yang diketahui banyak orang adalah perbedaan aksen antara orang-orang Inggris British dan Amerika Serikat.
Namun, dalam studi linguistik, selain aksen, ada juga namanya dialek.
Meski arti keduanya sering dianggap sama, aksen dan dialek sebenarnya berbeda.
Dialek berkaitan dengan variasi kosa kata, gramar, dan pengucapan bahasa.
Sementera aksen berkaitan dengan bunyi seperti tekanan atau tempo pengucapan.
Linguistik menemukan bahwa negara Inggris Raya mempunyai aksen dan dialek beragam. Misalnya bahasa Inggris aksen Skotlandia dan Lancashire.
Apa yang membuat bahasa Inggris itu begitu beragam?
Dilansir dari phys.org, dialek dan aksen ini sebenarnya akan terus berubah sepanjang waktu.
Beberapa dialek tradisional perlahan-lahan menghilang seiring dinamika zaman.
Lalu, kaum urban dan multikultural masyarakat yang akan menggantikan dialek tradisional tersebut.
Musik pun bisa mempengaruhi perubahan bahasa.
'Black English' diasosiasikan dengan hip-hop, grime, RnB dan Rap. Kata bae, blood, atau brother yang terdengar lebih 'cool' akan diadopsi pengguna bahasa Inggris lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-belajar_20180112_152539.jpg)