Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

JWS Legowo Daftarkan RR-RD ke KPU Minahasa

Jantje Sajow Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Minahasa penuhi janjinya

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Andrew_Pattymahu
ALPEN MARTINUS

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO- Jantje Sajow Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Minahasa penuhi janjinya mendaftarkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati dari PDI Perjuangan Roy Roring dan Robby Dondokambey ke KPU Minahasa, Rabu (10/1).

Bahkan JWS sapaan akrabnya sudah tiba duluan dan menunggu di halaman kantor KPU Minahasa didampingi beberapa anggota DPC PDI Perjuangan Minahasa.

Beberapa menit kemudian calon Bupati dan Wakil Bupati PDI Perjuangan Minahasa yaitu Roy Roring dan Robby Dondokambey datang diantar oleh Steven Kandou Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut, Franky Wongkar Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulut, serta pengurus partai pendukung yaitu Demokrat, Gerindra, dan Hanura. JWS yang saat itu mengenakan baju partai berwarna hitam langsung menyalami bahkan merangkul dan cipika cipiki.

Suasana keakraban nampak, pun saat ia mengantar calon PDI Perjuangan Minahasa untuk mendaftar ke KPU Minahasa.

Di dalam ruangan pendaftaran, mereka diterima oleh Komisioner KPU Minahasa yang dipimpin oleh Meidy Tinangon, juga Panwaslu Minahasa.

Sayangnya, ratusan pendukung yang datang mengantar tidak diperkenankan masuk atau dibatasi hanya yang memiliki id card dari KPU Minahasa saja yang bisa masuk.

Setelah dibuka, JWS menyerahkan langsung berkas pendaftaran RR-RD kepada komisioner KPU yang kemudian diperiksa oleh tim KPU Minahasa dan diawasi oleh Panwaslu.

Setelah itu, baru pasangan RR-RD menandatangani pernyataan penerimaan berkas.

Anehnya, usai proses pendaftaran, Bupati Minahasa malah langsung pulang, padahal dilakukan konfrensi pers.

Saat itu Sajow menjelasakan bahwa kedatangannya untuk menjalankan tugas partai sebagai ketua DPC untuk mendaftarkan pasangan calon yang diusung partai.

"Saya menjalankan tugas sebagai ketua DPC kalau saya tidak datang demokrasi tidak jalan," jelasnya.

Tidak diakomodirnya dirinya sebagai ketua DPC menurutnya itu biasa dalam politik.
"Ini biasa bukan luar biasa dipolitik memang seperti itu," jelasnya. Ia menambahkan, bahwa dirinya sebagai ketua DPC wajib menerima keputusan partai.

Saat datang mendaftarkan calon, ia tidak membawa serta pendukungnya."Saya minta mereka tidak usah datang karena mereka masih emosi daripada ada pancingan terjadi sesuai yang tidak diinginkan, sambil menunggu kita akan diskusikan lagi, kita hanya butuh satu atau dua bulan saja pasti masalah akan selesai," ujarnya.

Ia menjelaskan, tidak merasa terzolimi dengan keputusan partai tersebut."Saya hanya mau bilang ini kecelakaan partai, dan
Malah begitu besar antusias orang menyambut saja itu saja kebanggaan, jabatan kan hanya sementara," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved