JWS Terdepak di 'Menit Akhir', Liando : Skenario Lumpuhkan JWS
Ada skenario melumpuhkan JWS dalam kompetisi Pilkada di Minahasa yang mengindikasi penetapan pasangan calon
Penulis: Ryo_Noor | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor
MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID - Sepertinya ada skenario melumpuhkan JWS dalam kompetisi Pilkada di Minahasa.
Indikasinya adalah penetapan pasangan calon pada saat last minute pendaftaran bakal calon.
Demikian disampaikan Ferry Liando, Pengamat Politik Sulut kepada Tribun Manado.
Fenomena ini sama persis seperti di Jatim. Menjelang pendaftaran, bakal calon yang berpasangan dengan Gus ipul mengundurkan diri menjelang penutupan pendaftaran.
Kondisi ini akan sangat menyulitkan Gus ipul untuk mencari pendamping. Yang diusulkan sebagai pengganti yaitu tri Risma walikota Surabaya tidak bersedia.
Di Minahasa, jika pada akhirnya bukan JWS yang di calonkan PDIP maka akan kesulitan bagi JWS untuk mencari tiket pencalonan.
Hampir semua parpol sudah dikapling Calon-calon lain. Jalur perseorangan tidak mungkin karena sudah ditutup.
Kondisi ini tentu akan berbeda jika PDIP sama seperti Golkar yang jauh-jauh hari sebelum pendaftaran sudah menetapkan pasangan bakal calon.
Jika PDIP telah menetapkan bakal calon dan kemudian JWS tidak diakomodir maka tentu JWS masih memiliki kesempatan membangun komunikasi dengan parpol lain atau paling tidak masih ada kesempatan lewat jalur perseorangan.
"Inilah politik yang harud diterima oleh semua politisi. Ada yang pergi dan ada yg datang. Siapa mereka, sangat tergantung pada momentum," ujarnya.
Pertanyaannya kenapa JWS sebagai petahana dan ketua Partai malah terdepak dari partainya ?
"Yang paling tahu adalah elit-elit PDIP sendiri," kata dia.
Padahal soal prestasi, JWS tidak jelek-jelek amat. Meski tidak sempurna namun ia masih mengungguli beberapa kepala daerah lain.
"Sehingga sangat sulit membaca alasan PDIP mengamputasinya," kata Liando.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/manado_20180108_120316.jpg)