Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pohon Natal Paroki Gorontalo Terbuat Dari Serabut Kelapa

Pohon Natal yang dibuat oleh Napi Beragama Muslim dan diproduksi Lapas Industri Pohuwato

Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO/DAVID MANEWUS
Pohon Natal di altar paroki Santo Kristoforus Gorontalo 

Laporan Wartrawan Tribun Manado David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebuah pohon Natal di sebelah kanan altar paroki Santo Kristoforus Gorontalo menarik perhatian. Pohon Natal itu terbuat dari serabut kelapa yang telah diolah. Di bagian bawah, di hamparkan kelapa muda lengkap dengan tangkainya.

Mulai dari selesai misa vigili Natal, Sabtu (24/12), pohon itu menjadi latar belakang swafoto. Bahannya yang unik membuat umat "berlomba" berfoto di depannya.

Santonio, tokoh di balik pembuatan Pohon Natal ini mengaku baru kali ini ia membuat Pohon Natal di gereja Katolik. Sebelumnya, ia membuat Pohon Natal di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI).

"Saat itu kami membuat yang lima meter. Sekarang di sini," ujarnya.

Staf ahli bidang pengembangan industri lapas Pohuwato Gorontalo itu mengatakan ide pembuatan Pohon Natal itu berasal dari lapas. Lapas mereka merupakan lapas industri pertama di Indonesia.

"Kami memproduksi serabut kelapa. Karena itu kami membuat Pohon Natal dari serabut kelapa," katanya.

Ia mengatakan proses pembuatannya selama tiga hari. Pembuatannya napi-napi lapas yang semuanya muslim.

"Tidak sulit karena mereka punya kreativitas. Mereka membuatnya langsung di gereja," katanya.

Menurutnya, mereka hanya mengeluarkan biaya untuk kerangka besi. Bahan baku serabut kelapa merupakan produksi sendiri.

Umat Katolik Stasi Stella Maris Marissa Gorontalo itu mengaku berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Produksi serabut baru berlangsung enam bulan.

"Saya senang bisa berkarya. Saya lihat keindahan. Para pekerja tak pandang agama bekerja sukacita," ujarnya.

Ia mengatakan lapas pohuwato memproduksi coconut fiber (serabut kelapa) juga coconut fit (serabut yang lebih halus untuk pupuk). Mereka juga memproduksi arang tempurung.

"Sekarang produksi serabut masih 500 kg. Kami berencana mengadakan mesin baru untuk memproduksi lima ton dan akan dieskpor ke Cina," katanya.

Side bar-Santo Bonifasius

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved