Libur Panjang Natal, Begini Nasib Mata Uang Rupiah

Libur panjang akhir pekan diyakini bisa menjadi momentum penguatan rupiah meski sifatnya terbatas. Hal ini lantaran sentimen eksternal.

Libur Panjang Natal, Begini Nasib Mata Uang Rupiah
tribunnews
Mata uang rupiah 

TRIBUNMANADO.CO.ID JAKARTA - Libur panjang akhir pekan diyakini bisa menjadi momentum penguatan rupiah meski sifatnya terbatas. Hal ini lantaran sentimen eksternal yang membayangi rupiah tergolong minim.

Ekonom Bank Jateng, Nandi Wardhana mengatakan, saat ini sebagian besar pasar global masih menjalani libur natal sehingga tidak ada aktivitas keuangan yang dilakukan. “Market global masih dalam holiday mood,” kata Nandi.

Ia pun berpendapat, akibat momen libur natal, dollar Amerika Serikat kekurangan tenaga untuk memperbaiki posisinya yang sempat melemah akibat berkurangnya sentimen reformasi pajak. Meski masih ada beberapa data ekonomi yang akan dirilis oleh pemerintah AS, hal itu diyakini tidak berpengaruh besar terhadap pergerakan dollar AS.

Di sisi lain, rupiah berpeluang memanfaatkan kondisi tersebut berkat adanya sentimen positif dari dalam negeri berupa kenaikan peringkat utang Indonesia oleh Fitch Ratings.

Ia pun memprediksi kurs rupiah akan bergerak di kisaran Rp 13.500—Rp 13.590 per dollar AS pada perdagangan hari Rabu (27/12) besok.

Adapun pada Selasa (26/12), kurs rupiah melemah tipis 0,06% terhadap dollar AS di pasar spot ke level Rp 13.554.

Sementara itu, Bank Indonesia masih dalam keadaan libur sehingga tidak ada perubahan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada hari ini. Terakhir, pada Jum’at (22/12), kurs tengah rupiah BI berada di level Rp 13.558 per dollar AS atau melemah 0,09% dari posisi sehari sebelumnya. *

Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved