Rabu, 20 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Normal Tidak Banyak Makan Jelang Menstruasi? Begini Penjelasan Pakar Kesehatan Wanita

Nafsu makanmu meningkat di hari-hari menjelangmenstruasi? Tenang, kamu tidak sendiri. Ribuan Wanita di luar sana juga mengalami hal serupa.

Tayang:
Editor: Siti Nurjanah
BOLDSKY
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Nafsu makanmu meningkat di hari-hari menjelangmenstruasi? Tenang, kamu tidak sendiri.

Ribuan Wanita di luar sana juga mengalami hal serupa.

Perubahan nafsu makan pada hari-hari menjelang menstruasi adalah keadaan yang normal, meski ternyata agak mengganggu.

Sementara, mengabaikan nafsu makan ini, tidak semudah meredakan gejala PMS lainnya.

"Mengidam makanan sering terjadi pada wanita yang mengalami PMS dan kehamilan, karena perubahan hormon," ujar Carolyn Dean, seorang pakar kesehatan wanita.

Carolyn Dean mengatakan, PMS menyebabkan hormon stres kortisol melonjak dan hormon serotonin (hormon yang memicu perasaan bahagia) turun.

"Perubahan ini membuat tubuhmu menginginkan makanan manis dan berlemak."

"Hal ini karena makanan tersebut membantu meningkatkan kadar serotonin dan melawan produksi kortisol yang membuatmu merasa lebih baik dan lebih bahagia," kata dia.

Intinya, nafsu makan yang meningkat ini, menurut Carolyn Dean, dikaitkan dengan perubahan hormon yang mempengaruhi moodwanita.

Meskipun keinginan ini sulit diprediksi, menurut para ahli ilmiah di Clue- aplikasi yang membantu para wanita untuk berkonsultasi soal kesehatan wanita- memeriksa nafsu makan sepanjang siklus menstruasi dapat membantumu mengidentifikasi pola "ngidam" tertentu.

Saat kamu memasuki fase kedua dari siklusmu, mungkin kamu mulai mengiginkan makanan manis.

Selama fase pramenstruasi, kamu bisa mendambakan karbohidrat bertepung atau padat kalori seperti roti dan pizza.

Sebagian besar wanita menginginkan coklat sebelum dan selama masa menstruasi. Tentunya ini adalah hal buruk bagi mereka yang bermasalah dengan berat badan.

Namun, disisi lain, coklat memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh kita.

Para ahli percaya, munculnya keinginan untuk menyantap coklat saat PMS berasal dari tingkat hormon yang berfluktuasi seperti estrogen dan progesteron, serta kurangnya gizi karena gejala PMS.

Alasan utama keinginan mengkonsumsi coklat ini berasal dari kandungan magnesium pada coklat dapat membantu meringankan rasa sakit selama menstruasi.

Carolyn Dean juga menjelaskan, mineral magnesium adalah penguat serotonin penting. Namun, tingkat magnesium dalam tubuh turun cepat sebelum menstruasi.

Sementara, magnesium mengatur hormon kortisol. Jadi, jika kekurangan magnesium tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol lebih banyak.

Kortisol ini adalah hormon yang bertanggung jawab pada perasaan stres.

"Serotonin adalah bahan kimia otak yang bagus dan menurun saat Anda mengalami PMS. Tapi, ini bergantung pada magnesium untuk produksi dan fungsinya," tambahnya.

Para dokter dan spesialis hormon mengatakan, menuruti nafsu makan saat siklus kewanitaan ini datang bukanlah masalah besar. Hal itu malah lebih baik daripada mencoba untuk menolak hasrat tersebut.

Chiropractor Vincent Caruso dari New Jersey Total Health menjelaskan, efek kecanduan semacam ini disebabkan karena ketidakseimbangan hormon.

"Perut membutuhkan makanan manis untuk mengembalikan keseimbangan."

"Sementara itu, jantung membutuhkan makanan berlemak untuk melanjutkan keseimbangan," ucapnya.

Jika, kamu khawatir berat badan bakal bertambah karena siklus kewanitaan ini, kamu bisa mengurangi konsumsi makanan olahan, kafein alkohol, dan kabohidrat olahan dua minggu menjelang datangnya menstruasi.

Kamu juga dapat meningkatkan asupan serat dan protein. Protein ini membantu menstabilkan gula darah dan produksi hormon yang bertanggung jawab atas meningkatnya nafsu makan.

artikel ini sudah terbit di Kompas.com dengan judul Jelang Menstruasi, Wanita Jadi Doyan Makan, Kenapa?

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved