Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lokakarya STP Don Bosco Tomohon Ditutup, Ini Hasilnya

Lokakarya Pengembangan Bakat dan Minat Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Katolik Sekolah Tinggi Ilmu Pastoral Don Bosco

Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
DAVID MANEWUS
Mahasiswi dan mahasiswi tingkat 1bersama Pastor Yonas dan Pastor Marsel Lintong usai lokakarya 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Lokakarya Pengembangan Bakat dan Minat Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Katolik Sekolah Tinggi Ilmu Pastoral Don Bosco ditutup hari ini, Jumat (15/12). Misa dipimpin oleh Pastor Yonas Atjas, seorang pemateri dan Pastor Marsel Lintong, Ketua STP Don Bosco Tomohon.

Para mahasiswi dan mahasiswi tampak antusias mengikuti sampai akhir acara. Kegiatan berlangsung 13 sampai dengan 15 Desember 2017.

Pastor Marsel Lintong mengatakan tiga hari materinya berbeda. Hari pertama soal peranan media sosial dalam pewartaan bagi seorang calon guru agama katekis yang dibawakan pastor Steven Lalu.

"Kedua Peranan musik liturgi dan pelatihan oleh Jouddy Aray. Ketiga spiritualitas Masa Adven bagi calon guru agama oleh Pastor Yonas Atjas,".

Ia mengatakan kegiatan di sponsori oleh dirjen Bimas Katolik. Ia mengatakan lokakarya ini untuk pengembangan, pengetahuan kompetensi dan motivasi para mahasiswa.

"Semoga kualitas pendidikan semakin bertumbuh dan berkembang. Begitu juga kuantitasnya," ujanya

Dalam khotbahnya,  Pastor Jonas meminta mahasiswa dan mahasiswi memperhatikan lima hal. Ia memulai dengan kompetensi

"Di luar orang lebih bertanya kamu bisa buat apa. Bukan kamu tahu apa," katanya.

Ia mengatakan yang kedua ialah conscience. Mahasiswa dan mahasiswi harus sadar akan hati nurani

"Harus tahu memboboti. Kita bukan orang upahan," katanya.

Ia mengatakan mereka juga harus memiliki compassion. Mereka harus memiliki belas kasih kepada sesama.

"Yang terakhir ialah iman. Iman harus menjadi bingkai dan jiwa dalam karir," ujarnya.

Dalam hubungannya dengan Bacaan Kitab Suci, ia menceritakan tentang domba yang hilang. Domba itu bisa jadi buta, tuli bahkan sakit.

"Tugas kita mencari yang berbeban dan susah. Itu pastor bonus," katanya.

Ia juga menambahkan soal moto STP. Faith katanya harus menjadi dasar, Scientia harus menjadi dinding  dan Integritas harus menjadi atap.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved