Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jurgen Klopp

Liverpool Bantai Brighton, Jurgen Klopp Dikritik

Persoalan perayaan berlebihan sebetulnya bukan kali ini saja jadi bahan gunjingan dan Klopp bukan orang yang pertama.

Editor:
Net
Klopp 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Perayaan menggebu-gebu ala Jurgen Klopp sepertinya masih belum bisa sepenuhnya diterima oleh iklim Premier League.

Meski tidak melanggar peraturan apapun namun selebrasi manajer Liverpool tersebut tetap menuai nada miring, terutama setelah The Reds membantai Brighton And Hove Albion pada Sabtu (3/12/2017) lalu.

Dalam laga yang berlangsung di Amex Stadium tersebut Liverpool memang bermain brilian dan mampu membungkus kemenangan telak 1-5.

Gol-gol yang diborong oleh brace Roberto Firmino, Emre Can, Philipp Coutinho, dan gol buhun diri Lewis Dunk, membuat Klopp senang bukan kepalang sehingga tiap kali gol tercipta ia tampak meledak-ledak.

Hal itu diperkirakan bisa memprovokasi manjaer Brighton, Chris Hughton.

Usai peluit akhir, ia dan Klopp tampak membicarakan sesuatu sebelum masuk ke ruang ganti.

Meski tidak pernah terungkap apa yang sebenarnya dibahas namun diyakini Hughton tidak menyukai selebrasi ala Klopp.

Mantan penyerang Manchester United dan Tottenham Hotspur, Garth Crooks, tidak mau ketinggalan untuk membahas hal ini.

Pria yang kini menjadi pandit sepak bola menyayangkan kenapa Klopp masih saja melakukan perayaan yang dianggapnya berlebihan meski ‘hanya’ menang atas Brighton.

“Kalah dengan skor 5-1 itu tidak menyenangkan.

Terutama saat Jurgen Klopp meninju-ninju ke udara setiap kali gol tercipta dan merayakan dengan stafnya layaknya habis menjuarai Liga Champions.

Aku tahu menang itu penting namun ini hanya soal Brighton,” papar Crooks pada BBC Sport.

“Ia membiarkan manajer lawan (Hughton) menunggu untuk berjabat tangan saat ia asyik berpelukan dan berciuman dengan para pemain dan stafnya. Jika Chris Hughton ingin meninggalkannya tanpa berjabat tangan rasanya itu pantas,” lanjut Crooks.

“Percakapan sejenak usai laga dan bersalaman akan membawa sesuatu yang beda. Harusnya setiap manajer sadar akan hal itu,” tambahnya lagi.

Persoalan perayaan berlebihan sebetulnya bukan kali ini saja jadi bahan gunjingan dan Klopp bukan orang yang pertama.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved